Candraokey News Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi 5 orang sebagai tersangka dalam perkara yang diduga melibatkan suap terkait dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau disingkat menjadi Bank BJB.
Insiden tersebut mencapai puncak kehebohan setelah melibatkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Diketahui bahwa rumah milik Ridwan Kamil diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandung, Jawa Barat pada hari Senin, 10 Maret 2025.
Menangani persidangan kasus suap di Bank BJB
Skandal suap di Bank BJB muncul usai laporan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap ketidakbiasaan pada pemakaian dana untuk promo perbankan itu.
Perkara ini menyangkut korupsi mark-up Atau kenaikan biaya dana untuk iklan di Bank BJB selama tahun 2021 hingga 2023 sebesar Rp 200 miliar.
BPK mengidentifikasi terdapatnya kekurangan dana, dengan besaran pembayaran untuk media yang ternyata lebih rendah daripada jumlah anggaran yang dialokasikan oleh Bank BJB.
Namun begitu, KPK belum menyampaikan informasi detil tentang kasus tersebut atau siapa saja yang terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka.
Terdapat 5 orang yang dicurigai terlibat dalam skandal suap di Bank BJB dengan total 5 tersangka.
Kini, KPK sudah menerbitkan surat perintah penyelidikan guna mengetahui pihak-pihak yang terkait dengan dugaan suap pada budget promosi Bank BJB.
Berikut hasil investigasi, KPK sudah mengidentifikasi lima individu sebagai tersangka dalam kasus diduga penyuapan terkait Bank BJB.
Juru bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menyebutkan bahwa para tersangka tersebut mencakup pegawai negeri sipil dan individu dari sektor swasta.
Akan tetapi, KPK belum membongkar identitas dari kelima orang yang dituduh tersebut. Tim penyelidik pun sudah menjalankan serangkaian penggeledahan di Bandung.
Tessa menyebut bahwa KPK akan meluncurkan rincian kasus serta hasil penggerebekan mereka minggu ini.
Tim KPK Mendobrak Rumah Ridwan Kamil
Nama eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terlibat dalam skandal dugaan suap yang menimpa Bank BJB usai kediamannya disegel penyidik KPK pada Senin (10/3/2025) malam.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto memverifikasi bahwa pemeriksaan tersebut berhubungan dengan kasus dugaan suap di Bank BJB.
Namun begitu, dia belum dapat menyampaikan detail tambahan mengenai pencarian itu sebab prosedurnya masih dalam tahap berlangsung.
Terpisah, juru bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto pun mengkonfirmasi tentang adanya penggeledahan yang dilakukan di Bandung.
Namun informasi resmi mengenai tempat rilisnya, hanya akan diumumkan setelah acara berakhir," jelas Tessa.
(Sumber: Candraokey News/Haryanti Puspa Sari, Ardito Ramadhan)