Prabowo Tuntut Aplikator Beri Bonus Lebaran bagi Ojol, Ini Jawaban yang Ditunggu

Candraokey News , Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta perusahaan layanan ojek online Atau OJOL dapat menyediakan bonus Idul Fitri bagi mitra pengemudi serta kurir. Menurut Prabowo, bonus ini berupa uang tunai yang disesuaikan dengan tingkat keterlibatan pekerjaan para pengemudi.

"Harapannya dengan adanya keputusan ini, para pelaku usaha daring bisa menikmati lebaran, mudik serta hari raya Idul Fitri dalam kondisi yang lebih baik," ungkap Prabowo saat memberikan keterangan pers pada siaran YouTube Kantor Kepresidenan, Senin, 10 Maret 2025.

Pada saat ini, menurut Prabowo, jumlah pekerja atau pengemudi serta kurir mencapai kira-kira 250 ribu orang. online Sementara itu, ada sekitar 1 sampai 1,5 juta orang dengan status tersebut. part-time atau tidak full-time .

Maka, bagaimana proses dan jumlah tunjangan lebaran yang diatur oleh pemerintah?

Prabowo menyatakan bahwa prosedur untuk memberikan tunjangan lebarannya akan diinformasikan oleh Menteri Tenaga Kerja Yassierli melalui surat edaran.

Menteri Tenaga Kerja Yassierli akan mengungkapkan ketentuan tentang jumlah tunjangan lebaran yang mesti diberikan oleh perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi atau ojol kepada para supir mitranya pada kesempatan selanjutnya.

"InsyaAllah besok pada pukul yang sama, kami akan mengumumkan hasilnya bersama-sama dengan perwakilan dari pemilik dan pengelola aplikasi serta para pengemudi kurir daring," ujar Yassierli dalam keterangan pers di Istana Presiden Jakarta, Senin, 10 Maret 2025.

Yassierli menyebutkan bahwa keputusan tersebut diumumkan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto bersama wakil-wakil dari perusahaan transportasi berbasis aplikasi.

Titik utamanya adalah hal ini telah melakukannya. meaningful participation ", semuanya telah melewati serangkaian perbincangan yang sangat mendalam, dan sebenarnya ini adalah apa yang kami inginkan yaitu dengan duduk bersama-sama, kami dapat mencapai kesepakatan dan hal tersebut akan menjadi solusi terbaik untuk semua," katanya.

Sebelumnya, Yassierli menyebut bahwa pemerintah bersama dengan penyedia jasa masih dalam tahap pembicaraan dan menemukan rumusan yang sesuai untuk kebijakan tersebut. THR Untuk pengemudi ojek online ini. Sebab, pembuatan keputusan dalam hal ini memang punya tingkat kesulitan tersendiri, misalnya menyinggung tentang tipe kendaraan yang digunakan, pelayanan yang diberikan, sampai jadwal bekerja dari para mitra.

" Kami mengejar rumus yang nantinya dapat cover Ketidaksempurnaan yang tadi," kata Yassierli di Kantor Kementerian Tenaga Kerja, area Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 5 Maret 2025. "Hal ini membutuhkan proses dan waktu.

Eka Yudha Saputra menyumbang untuk penyusunan artikel ini.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post