Prabowo Minta_bonus Hari Raya Ojol dalam Bentuk Uang Tunai, Besarnya Disesuaikan dengan Kinerja

JAKARTA, Candraokey News - Perusahaan yang menawarkan layanan antar menggunakan sepeda motor secara online / online (ojol) diminta menyediakan insentif Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah/2025 Masehi bagi para mitra pengemudinya.

Pernyataan tersebut dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada beberapa supir ojek. online , CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Walujo, serta CEO Grab Anthony Tan bertemu di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (10/3/2025).

Pemimpin Negara mengungkapkan bahwa bonus seharusnya dalam bentuk uang tunai.

Ukuran bonus diatur berdasarkan tingkat keterlibatan kerja para supir.

"Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyarankan kepada semua perusahaan yang menyediakan jasa melalui platform digital agar merayakan Idul Fitri dengan memberikan insentif berupa uang tunai sesuai tingkat keterlibatan pekerja mereka," ungkapnya pada hari Senin.

Dia menyebutkan bahwa saat ini ada sekitar 250.000 tenaga kerja sebagai driver atau kurir. online yang aktif.

Kira-kira 1 juta hingga 1,5 juta orang yang lain bekerja setengah waktu.

Mantan Menteri Pertahanan tersebut mengatakan bahwa detail serta cara memberikan tunjangan Lebaran akan dibahas bersama oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli.

Dia berharap, dengan adanya kebijakan ini akan membantu para pengemudi ojek online. online bisa menikmati waktu istirahat, pulang kampung, serta perayaan Idul Fitri dengan kondisi yang menyenangkan.

"Kita serahkannya dulu, lalu nantinya akan didiskusikan dan diumumkan oleh Menteri Ketenagakerjaan melalui Surat Edaran," jelas Prabowo.

Sebelumnya dilaporkan, sekitar puluhan driver ojek online dan kurir telah terlibat dalam hal ini. online , dan pekerja aplikasi online melakukan demonstrasi di Kementerian Tenaga Kerja pada tanggal 17 Februari 2025.

Mereka menginginkan pembuatan peraturan yang mensyaratkan penggantianTHR.

Lily Pujiati, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), mengungkapkan bahwa para sopir ojek online dan karyawan platform aplikasi tersebut telah berkomentar tentang hal ini. online berharap untuk menerima THR berupa uang tunai daripada barang kebutuhan sehari-hari.

"Kami menuntut agar THR yang kami terima berbentuk tunai, bukannya barang kebutuhan dasar. Kami percayakan prosedur perhitungan THR kepada Kemenaker karena mereka memiliki regulasi serta metode untuk hal tersebut," jelas Lily ketika menyampaikan pidatonya selama aksi protes.

Lily pun menggarisbawahi ikatan kerja sama diantara pengemudi ojek online dan perusahaan platform aplikasinya.

Menurut dia, para pengendara ojek online sebaiknya dianggap sebagai karyawan rather than partners karena mereka telah mempunyai tugas tetap serta pendapatan yang berasal dari platform tersebut.

Sampai saat ini, pihak pemerintahan masih menyusun peraturan tentang Tunjangan Hari Raya untuk para pekerja yang ada di bidang transportasi berbasis aplikasi.

Menteri Tenaga Kerja Yassierli mengungkapkan peraturan terkait dengan bonus Idul Fitri untuk para sopir ojek online. online Ojol direncanakan rilisnya di awal minggu pertama bulan Maret tahun 2025.

Pada saat ini, peraturan tersebut masih dalam proses penyelesaian akhir.

"Telah diselesaikan, sudah finalisasi. Insya Allah minggu ini akan terbit. Target kami minggu ini," ungkap Yassierli pada siaran YouTube Kompas TV, Selasa (3/3/2025).

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post