Liga Voli Korea: Megawati Tidak Diabaikan, Ko Hee-jin Lawan Berat bagi Red Sparks Meski Kalah Berkecamuk

Berita Candraokey - Pelatih tim Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Ko Hee-jin, tidak akan mengadakan penilaian setelah kekalahan mereka di laga terakhir dari Liga Voli Korea musim 2024-2025.

Red Sparks mengalami kekalahan lagi saat bermain melawan tim cadangan Suwon Hyundai E&C Hillstate di markas sendiri minggu lalu.

Tim yang dikenal sebagai Red Force harus mengakui kemenangan Hillstate di laga tersebut dengan hasil telak 0-3 (16-25, 16-25, 16-25) tanpa ampun.

Dengan mengalami kekalahan yang tidak besar ini, Red Sparks akhirnya tersisihkan oleh Hillstate dan menempatkan mereka di posisi ketiga dalam tabel klasemen sementara Liga Voli Korea 2024-2025.

Dengan perolehan akumulasi skor sebesar 63 poin setelah pertandingan tersebut, juara bertahan dari musim lalu sementara ini menggeser posisi dan memimpin dengan selisih tiga poin di depan Red Sparks.

Hasil tersebut pasti sudah dapat diprediksikan setelah Ko Hee-jin selaku pelatih tim Red Sparks memutuskan untuk tetap menaruh pemain bintangnya di bangku cadangan.

Beberapa nama seperti Pyo Seung-ju, Yeum Hye-seon sampai pemain voli dari Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi belum juga memperoleh kesempatan tampil di lapangan.

Sebenarnya, Kang Sung-hyun selaku pembina tim Hillstate sangat mengantisipasi laga tersebut dan berkeinginan agar Red Sparks dapat memainkan skuad terunggulnya yang melibatkan Megawati.

Sama-sama telah memperoleh tiket untuk babak play-off, Red Sparks dan Hillstate secara total menempuh jalur yang berbeda pada laga kemarin.

Hillstate tetap berniat untuk mengirim beberapa pemain utamanya seperti Laetitia Moma Bassoko, Lee Da-hyeon sampai dengan Yang Hyo-jin.

Kang ingin menunjukkan suatu bukti sebelum muridnya bertemu lagi dengan Red Sparks dalam fase play-off yang akan dimulai pada tanggal 25 Maret nanti.

Kang menyatakan bahwa ia berharap untuk meraih pertandingan yang memadai melawan Red Sparks sebelum fase permainan akhir.

"Ia pun mengharapkan pertemuan kembali dengan Megawati," katanya melanjutkan.

Pada saat yang sama, kehilangan dua pilar utama tim Red Sparks yaitu Vanja Bukilic dan Park Eun-jin membawa perasaan traumatik terkait masalah cedera.

Media asal Korea Selatan bernama Starnews mengindikasikan bahwa Red Sparks tampak meremehkan pertandingan melawan tim Hillstate tersebut.

"Tim Red Sparks, yang mayoritas dimainkan oleh para pengganti, menghadapi laga sengit melawan Hillstate di awal set," demikian dilaporkan Starnews.

Namun perlahan-lahan mereka kehilangan tiga set beruntun akibat kesalahan diri sendiri yang semakin banyak.

Khususnya di set ke tiga, banyak serangan keras tim tersebut meleset keluar lapangan tiap kali giliran Red Sparks melakukan serangan.

Di sana terjadi laga dimana penilaian sudah tak berarti lagi pada saat wawancara Ko Hee-jin pasca pertandingan tersebut.

Di luar itu, Kang memutuskan bahwa tak ada gunanya mendengarkan permohonannya agar Megawati turun pangkat. Selain itu pula, Ko merasa tidak penting bagi dirinya untuk melakukan penilaian terhadap hasil kemenangan yang sangat besar tersebut.

Tidak heran, serangkaian tindakan sebelum dan setelah menghadapi pertandingan tersebut membuat Red Sparks tampak meremehkan Hillstate.

"Tidak terdapat evaluasi," ujar Ko Hee-jin, menurut kutipan dari Candraokey News yang diambil dari Naver.com.

Selanjutnya, laki-laki yang berumur 45 tahun tersebut menyatakan bahwa timnya terus mencoba agar Bukilic dan Park dapat kembali bertanding sesegera mungkin.

"Saya harap kesehatan Bukilic dan Park Eun-jin bisa membaik lagi, meskipun tim sudah memberikan usaha maksimal, namun tetap diperlukan proses," jelas Ko.

Kita baru akan mengetahui hasilnya setelah kita memiliki racikan yang pas pada babak akhir.

"Masih terdapat dua laga di markas kita, dan kita akan perlahan memperbaiki ketajaman pemain-pemain tersebut," tambahnya.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post