5 Hal yang Sering Dipamerkan Kelas Menengah tapi Orang Kaya Acuh

CDR News Banyak warga kalangan menengah mengeluarkan dana melebihi batas hanya untuk membuktikan posisi dalam masyarakat, dengan memborong produk-produk mewah yang dipandang dapat menjadikannya tampak berhasil.

Paradoksnya, mereka yang sungguh-sungguh kaya hampir tidak pernah melakukannya. Sebaliknya, mereka cenderung mengutamakan kestabilan ekonomi dan berinvestasi dengan bijaksana.

Oleh karena itu, apa sajakah benda-benda yang kerap dibeli kalangan menengah untuk mempamerkan diri namun cenderung dilupakan oleh kaum kaya?

1. Jam Tangan Mahal

Apakah jam tangan Rolex yang Anda inginkan? Mungkin seorang miliarder kaya raya tak akan mempertimbangkannya untuk dibeli.

Hasil penelitian dari buku "The Millionaire Next Door" menunjukkan bahwa separuh dari mereka yang berkelimpuhan keuangan tak pernah merogoh kocek lebih dari 235 dolar AS atau kurang lebih senilai dengan 3,8 juta rupiah untuk satu buah jam tangan. Hanya 1% saja di antaranya yang sesekali memboyong jam tangan bernilai lebih dari 15.000 dolar AS (setara dengan 246 juta rupiah). Padahal, crazy rich ia memiliki harta berlimpah jutaan dolar AS.

Di sisi lain, statistik dari Statista mengungkapkan bahwa sekitar 20% penduduk Amerika yang memperoleh pendapatan berkisar antara 2.000 dolar AS sampai 3.000 dolar AS setiap bulannya telah dimiliki oleh Rolex di tahun 2018.

Banyak warga kalangan menengah membayar untuk jam tangan mahal yang sesungguhnya melebihi batas kekuatan finansial mereka dengan harapan dapat menggambarkan prestasi.

Ironisnya? Orang-orang berduit justru lebih peduli terhadap cara berpikir dan keputusan ekonomi Anda daripada merk jam yang ada di pergelangan tangan Anda.

2. Merek Pakaian Mewah

Banyak orang percaya bahwa memakai merk fashion premium dapat menunjukkan kesempurnaan ekonomi mereka. Akan tetapi, mayoritas miliarder sebenarnya tak ambil pusing dengan sabuk Gucci Anda.

Sebenarnya, data menunjukkan bahwa 50% orang kaya tak pernah merogoh kocek lebih dari 399 dolar AS untuk membeli jas, sementara hanya 10% yang rela membayar di atas 300 dolar AS untuk sepasang sepatu.

Pakar finansial Dave Ramsey juga menggarisbawahi bahwa "Para crazy rich Pada kebanyakan kasus, mereka tingal di rumah bertingkat dua, menggunakan mobil second yang telah lunas, dan berbelanja celana jeans di Wal-Mart.

Orang-orang yang kaya tahu bahwa membangun citra mewah hanyalah teknik dalam pemasaran. Kaos senilai 800 dolar AS tidak selalu menunjukkan kualitas superior; mereka hanya bersedia merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan simbol tersebut.

3. Kendaraan Mahal (Beli Baru)

Mobil premium dengan model terkini biasanya dipandang sebagai tanda prestise. Tetapi, bila Anda menyangka bahwa setiap orang berduit memakai mobil Bentley, sebaiknya pertimbangkan ulang.

Pakar keuangan Morgan Housel mengatakan bahwa, "Membuang-buang uang hanya untuk memperlihatkan seberapa kaya Anda memiliki kemungkinan besar akan membawa Anda kepada kesulitan finansial."

Banyak orang kaya cenderung memilih membeli kendaraan second hand agar terhindar dari penurunan nilai yang signifikan.

Di sisi lain, kalangan berpenghasilan sedang kerap kali mengambil kendaraan bermotor mewah melalui skema pembiayaan, hal ini malahan menjadi beban finansial bagi mereka dalam kurun waktu bertahun-tahun.

4. Rumah Luas Berat Dengan Kredit Yang Menjadi Beban

Untuk sebagian orang, rumah tak cuma menjadi tempat bernaung melainkan juga lambang derajat. Akan tetapi, mempunyai hunian luas yang dibebani oleh biaya pemeliharaan mahal belum tentu menunjukkan bahwa seseorang kaya raya; malahan hal itu kerap menjadikan mereka terjebak dalam masalah keuangan.

Orang yang berkelimpahan memandang properti sebagai sarana investasi, bukan untuk menunjuk-nunjukkan.

Sebagai contoh, Warren Buffett tetap menetap di rumah sederhananya yang dibelinya pada tahun 1958 dengan harga $31.500 AS. Walau demikian, ada crazy rich Kekejadian umumnya, para miliarder self-made cenderung memilih untuk mendapatkan properti yang sederhana serta cocok dengan tujuan finansial mereka.

Sebaliknya, banyak warga kalangan menengah yang mengambil pinjaman rumah penuh nilai untuk menjebloskan dirinya ke hutang selama bertahun-tahun cuma agar bisa dapat apresiasi dari masyarakat—walaupun sebenarnya orang lain tak begitu mempedulikan hal tersebut.

5. Perkawinan Besar dengan Kemegahan Ekstravaganza

Pernikahan kerap kali menjadikan momen bagi menghabiskan uang dalam jumlah besar. Biaya ratarata pernikahan di Amerika Serikat saat ini telah melampaui angka 30.000 dolar AS, dan tidak sedikit pasangan yang terjerembab ke hutang cuma buat mendanai hari spesial tersebut.

Meskipun demikian, orang-orang berada kadang memilih untuk menyelenggarakan perkawinan yang sederhana. Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan melangsungkan pernikahan mereka di area belakang hunian mereka. Sedangkan Warren Buffett merayakan pernikahannya di dalam tempat tinggal putranya.

Kenapa begitu? Sebab mereka yang berkecukupan menyadari bahwa merogok banyak uang untuk sekali waktu saja takkan menjamin keberhasilan di masa depan.

Seperti Adanya Vs Sepertinya Kaya

Banyak orang berpikir bahwa kekayaan ditentukan oleh barang-barang yang mereka miliki. Akan tetapi, sukses secara finansial sesungguhnya tidak tergantung pada simbol-status tersebut, melainkan pada kemerdekaan finansial.

Mayoritas dari para miliarder yang membangun kerajaan bisnis mereka sendiri lebih cenderung fokus pada investasi, harta benda, serta stabilitas keuangan dibandingkan dengan memiliki barang-barang berharga. Di sisi lain, banyak individu di kalangan menengah sering kali menggunakan simpanan mereka hanya untuk tampil seolah-olah kaya.

Maka, apa sebenarnya metode paling efektif agar tampil sangat kaya?

Raihlah harta sejati. Kelola penghasilanmu secara hemat, berinvestasi dengan penuh akal, serta ambillah langkah-langkah keuangan yang tepat. Karena walaupun suatu jam tangan mewah ataupun kendaraan terbaru bisa memberi kesan singkat, kemerdekaan ekonomis jauh lebih abadi dari segalanya.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post