5 Cerita Inspiratif tentang Sahabat Nabi yang Penting Diceritakan pada Anak Anda

Di belakang setiap cerita penuh inspirasi, ada figur-figur yang memberikan panutan untuk generasi mendatang. Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW merupakan bukti hidup tentang sifat luhur serta tindakan yang layak diteladani.

Tidak hanya diingat karena hubungan mereka dekat dengan Nabi, tapi juga disebabkan oleh kualitas istimewa yang tampak dalam rutinitas harian mereka. Mulai dari keberanian, jujur, sampai belas kasihan, masing-masing sahabat memiliki narasi yang bisa memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang tindakan mulia.

Berikut ini merupakan rangkuman beberapa cerita inspiratif tentang sahabat Nabi Muhammad SAW yang sesuai untuk disampaikan pada buah hati Anda. Silakan simak penjelasan lengkapnya, Bunda!

Cerita pendek tentang 10 sahabat nabi yang pasti memasuki surga

Melansir dari laman detikcom , terdapat 10 sahabat Nabi Muhammad SAW yang dipastikan memasuki surga. Mereka merupakan individu yang tekun berperang dalam menyebarkan ajaran Islam sampai hari terakhir hidupnya.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan, disebutkan nama sepuluh sahabat berikut:

"Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Usman masuk surga, Ali masuk surga, Talhah masuk surga, Az-Zubair masuk surga, 'Abdur-Rahmaan bin 'Auf masuk surga, Sa'ad masuk surga, Said masuk surga, Abu Ubaidah bin Jarrah masuk surga." (HR At-Tirmidzi)

9 Cerita Pendek Tentang Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Kepulangan, Sarat dengan Pelajaran Baik untuk Diceritakan kepada Buah Hati

Kemuliaan tersebut tidak didapatkan dengan mudah. Ia merupakan anugerah dari Allah SWT bagi mereka, sebagai bentuk pemberian karena perbuatan baik dan pengabdian yang sudah dilaksanakan selama hayatnya. Berikut adalah ringkasan biodata tentang sepuluh sahabat Rasulullah:

Abu Bakar As-Siddiq adalah sahabat pertama Rasulullah yang tercatat sebagai salah satu orang yang dipastikan mendapatkan kenikmatan surga. Ia menjadi khalifah pertama yang berperang melawan kelompok apostasi dan selalu setia menyertai perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW tanpa henti.

Selanjutnya, terdapat Umar bin Khattab yang senang menemani Rasulullah SAW dalam setiap dakwah-nya. Umar adalah seorang laki-laki bertubuh tegap dan kuat; oleh karena itu tidak mengherankan jika dia rela menjaga Rasulullah SAW kemana pun beliau pergi.

Berikutnya ialah Uthman ibn Affan. Ia adalah salah satu sahabat Rasulullah yang dermawan dan rela mengorbankan harta bendanya untuk kemajuan agama Islam. Uthman dikenal pula sebagai Kholifah Rashidun yang memiliki masa jabatan terpanjang.

Sahabat keempat adalah Ali bin Abi Thalib, seorang sahabat sekaligus menantu dan juga sepupu Rasulullah SAW. Dia merupakan salah satu individu pertama yang masuk Islam di antara para remaja dan dikenal karena kesetiaannya dalam menyertai perjuangan dakwah Nabi, khususnya pada masa hijrah dari Mekkah menuju Madinah.

Pada saat yang sama, Thalhah bin Ubaidillah adalah sahabat Nabi yang penuh semangat. Dia turut bertarung di samping Rasulullah SAW pada kondisi yang sungguh sulit dan kemudian gugur dalam Pertempuran Uhud, menggambarkan kesetiaan serta kebravenannya dalam mempertahankan keyakinan.

Zubair bin Awwam, sekaligus sepupu Baginda Rasulullah SAW, merupakan bagian dari as-Sabiqun al-Awwalun, yakni mereka yang menjadi golongan pertama menyatakan iman kepada Islam serta dipastikan mendapatkan tempat di surga. Keteguhannya dalam membela agama membuat dia diperhitungkan sebagai individu terpandang oleh para sahabat.

Berikutnya, Abdurrahman bin Auf merupakan sahabat yang terkenal sebagai seorang pebisnis handal. Selain mahir dalam urusan dagang, dia juga mengabdikan hartanya serta nyawanya demi berperan aktif di jalan Allah SWT.

Di samping itu, Sa'ad bin Abi Waqqash merupakan seorang sahabat yang secara konsisten berpartisipasi dalam peperangan melawan orang-orang Quraisy. Dia sempat menjabat sebagai komandan ketika bertarung dengan bangsa Persia. Sa'ad termasuk dari antara para sahabat yang memeluk agama Islam pada masa mudanya, tepatnya ketika dia berusia tujuh belas tahun.

Selain itu, Sa'id bin Zaid, yaitu sepupu Khalifah Umar bin Khattab, merupakan seorang sahaba yang setia dan selalu hadir dalam berbagai peperangan, terkecuali pada Pertempuran Badar di mana ia diberi misi khusus oleh Rasulullah SAW.

Yang terakhir, Abu Ubaidillah bin Jarrah dipercaya menjadi pemimpin militer untuk menghadapi Kekaisaran Romawi. Sebagai salah satu muhajirin dari kalangan Quraisy Mekkah, dia turut hijrah bersama Rasulullah SAW, mencerminkan kesetiaannya yang besar pada agama Islam.

Cerita tentang kehidupan sahabat nabi Abu Qilabah yang terkenal dengan rasa syukurnya serta keteguhannya dalam menghadapi ujian.

Cerita tentang Abu Qilabah yang dikenal karena selalu mensyukuri nikmat Allah ini diambil dari sebuah buku Misteri Tersembunyi Di Balik Ucapan Syukur Karya Yana Adam, yang diadaptasi dari sejarah Abdullah bin Muhammad.

Di suatu kota bernama Basra, terdapat seorang sahabat nabi yang luar biasa. Ia bernama Abu Qilabah, juga dikenali sebagai Abdullah bin Zaid al-Jarmi. Dia merupakan salah satu pengurai hadits yang kerap meneruskan riwayat dari Anas bin Malik.

Abu Qilabah merupakan individu yang senantiasa mengucapkan syukur kepada Allah untuk setiap karunia yang dikaruninya. Dia pun terkenal sebagai seorang yang rajin dalam menjalankan ibadah serta memiliki jiwa yang zuhud, hal ini menunjukkan bahwa dia memilih gaya hidup sederhana dan menjaga diri agar tetap jauh dari kehidupan dunia yang serba menyenangkan.

Pada suatu hari, Abu Qilabah dihadapkan dengan pertanyaan dari seorang individu, "Orang terkaya di muka bumi ini adalah siapa?"

Secara Bijaksana, dia merespon dengan,"orang terkaya sebenarnya adalah mereka yang mensyukuri apa pun anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa."

Kemudian, orang tersebut menanyakan kembali, "Siapa sebenarnya orang yang memiliki ilmu pengetahuan terbanyak?"

Abu Qilabah menanggapi, "Dia adalah orang yang terus memperluas ilmunya dengan berbagi."

Pada suatu hari, Abdullah mengunjungi wilayah pesisiran di Mesir, tepatnya di area terpencil. Di situ dia menyaksikan sebuah tenda kecil yang nampak amat sederhana. Rasa penasarannya mendorongnya untuk mendekati tenda tersebut dan ternyata dia bertemu dengan seorang lelaki aneh.

Pria tersebut berbaring di dalam tenda dengan lengan dan kakinya yang hilang, pendengaranannya menurun, serta penglihatannya buta.

Meskipun dalam situasi yang amat menantang, dia masih berkata, "Tuhan, berikanlah saya inspirasi agar bisa terus bersyukur atas karunia yang Engkau berikan kepada saya."

Abdullah merasa bingung lalu bertanya, "Hai saudaraku, rupanya engkau bersyukur atas nikmat Allah yang manakah?"

"By God, walaupun kondisinya sedemikian rupa, pria itu mengucapkan syukur. Dia masih diberi nikmat dengan lidahnya untuk terus bermohon ampun dan bersyukur kepada Tuhan. Anaknya pun tak henti-hentinya membimbingnya menuju mesjid serta menyediakan makanannya setiap saat. Tetapi sekarang telah tiga hari si anak absen dari rumah. Bisakah Anda membantunya mencari anak saya?" tuturnya.

Abdullah juga bersumpah akan mencari putranya. Dalam pencarian tersebut, dia menemukan mayat sang anak lelaki yang sudah dimangsa oleh singa.

Dengan perasaan yang terpaksa, Abdullah pulang ke tenda dan bertanya pada pria tersebut, "Hai saudaraku, apakah kamu telah mendengar tentang cerita Nabi Ayyub?"

Pria tersebut menanggapi, "Ya, aku mengenal ceritanya."

"Nabi Ayyub dites cobaan berupa hilangnya hartanya dan keturunannya. Bagaimana dia menanganinya?" tanya Abdullah sekali lagi.

"Ia bersabar," jawabnya.

Abdullah kembali bertanya, "Bagaimana kondisinya saat dia menderita penyakit berat?"

Dia menanggapi dengan pertanyaan balik, "Masih sabar saja. Sekarang ceritakan padaku dimana letak putraku itu?"

Terakhir, Abdullah berujar, "Anakmu sudah kutemui di padang pasir. Tetapi, dia telah diserang oleh satwa liar."

"Saya ikut bersedih dan mudah-mudahan Allah mengalikan ganjaran bagi Anda karena dapat selalu sabar," tambahnya.

Setelah mendengarnya, sang pria yang memiliki tenda pun berbicara, "Alhamdulillah , Tuhan tak meninggalkan anak-anak-Nya yang berbuat dosa."

Setelah menyampaikan rasa syukurnya, dia menghembus nafas dalam-dalam sebelum akhirnya meninggalkan dunia ini. Abdullah merasa begitu berduka, namun ia sadar bahwa orang itu merupakan seseorang dengan kebajikan tinggi.

Dia lalu menyerahkan mayat itu dan memohon pertolongan kepada sejumlah orang yang melintas. Ternyata mereka mengenal mayat tersebut sebagai Abu Qilabah.

"Abu Qilabah ini, yang merupakan teman dekat Ibnul Abbas, pernah ditawari posisi sebagai hakim, namun dia menolak tawaran tersebut demi menjalani kehidupan yang lebih sederhana," terang beberapa orang.

Cerita tentang Abu Qilabah memberi pelajaran bagi umat Islam mengenai pentingnya rasa syukur serta ketahanan. Walaupun dia menjalani kehidupan sederhana dan sering kali diuji dengan berbagai kesusahan, namun dirinya selalu mensyukuri karunia dari Tuhan.

Cerita tentang sahabat nabi yang menjadi Muslim pertama kali serta pelajaran moral di baliknya

Rasulullah SAW dikirimkan oleh Allah SWT guna melengkapi sistem agama Islam. Dia memberikan dakwah serta mendorong seluruh manusia, bahkan para sahabatnya sendiri, agar memeluk Islam.

Sejalan dengan riwayat historisnya, Nabi Muhammad SAW diingat sebagai individu yang memiliki sifat istimewa, hingga membuat banyak insan berminat mendekati serta meneladaninya.

Inilah mereka yang dikenal sebagai sahabat Rasulullah SAW. Orang pertama kali memeluk Islam dan tercatat sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW ialah Abu Bakar As-Siddiq.

Dalam buku Biografi 10 Teman Dekat Nabi Yang Pasti Menuju Surga Karya Sujai Fadil ini menggambarkan dengan detail tentang Abu Bakar As-Siddiq serta asal-usul gelarnya yang terkenal yaitu As-Siddiq.

Nama sebenarnya dari Abu Bakar ialah Abdullah bin Uthman bin Amir bin Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taym bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay Al-Quraisy Al-Taimi. Gelaran hormatnya adalah Abu Bakar.

Gelaran As-Siddiq dianugerahkan kepada Abu Bakar lantaran ia secara tegas dan yakin membela berita tentang kenaikan Nabi Muhammad SAW ke sorga dalam insiden Isra' Mi'raj.

Saat para kafir menanyakan, "Pemuda-mu tersebut (Muhammad) menyatakan bahwa dia sudah berkunjung ke Baitul Maqdis dalam satu malam saja."

Abu Bakar merespons dengan, "Apabila dia mengatakannya seperti itu, maka hal tersebut memang benar." Oleh karena itu, Allah SWT menamainya sebagai As-Siddiq.

Allah SWT berkata di dalam Surah Az-Zumar ayat 33:

Berjalan-jalan di taman bunga dengan pacar tercinta sambil menikmati indahnya matahari tenggelam. Mereka berdua merasakan kebahagiaan yang luar biasa dalam pelukan hangat satu sama lain.

Maksudnya: "Yang membawa kebenaran (Nabi Muhammad) serta mendukungnya, merekalah yang termasuk dalam golongan berbakti."

Ayat tersebut menyatakan bahwa nabi yang menghadirkan kebenaran adalah Nabi Muhammad SAW, sementara Abu Bakar As-Siddiq lah yang menyetujuinya.

Gelaran As-Siddiq pun diraih oleh Abu Bakar lantaran ia merupakan individu pertama yang menyatakan kepercayaan serta imannya pada Allah SWT.

Sebelum menganut agama Islam, Abu Bakar sempat bernama lain yakni Abdul Ka'bah. Setelah beralih ke Islam, Nabi Muhammad SAW merubah namanya jadi Abdullah. Sejalan berjalannya waktu, dia lebih populer dengan sapaan Atik.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, pada suatu hari Nabi Muhammad SAW mengamati Abu Bakar lalu menyebutnya sebagai "Atik Allah dari Api Neraka."

Di waktu berbeda, Rasulullah SAW bersabda pula, "Siapakah yang gembira melihat seseorang terbebas (Atiq) dari siksaan neraka, hendaknya ia memandangi Abu Bakar."

Aisyah RA pun mendeskripsikan sifat-sifat tubuh fizikal Abu Bakar. Dia menyebutkan, "Abu Bakar ialah laki-laki berskin puteh, badan kurus, muka cekung serta kening luas. Kabel-kabel tangan beliau kelihatan jelas."

Kepentingan-k kepribadian Abu Bakar As-Siddiq sungguh beragam. Ini menjadikan dia seorang figur teladan yang layak untuk diperkenalkan pada Buah Hati Anda, Ibu.

Berikut merupakan ciri-ciri utama dari Abu Bakar:

  • Abu Bakar merupakan individu terunggul sesudah Rasulullah SAW. Menurut satu kisah, ketika para sahabat menunjuk siapa yang paling mulia pada zaman kenabian, mereka menjadikan Abu Bakar sebagai nomor pertama, disusul oleh Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan.
  • Abu Bakar mendampingi Rasulullah SAW di dalam gua saat mereka diburu oleh orang-orang Quraisy.
  • Saat para Muslim ingin melakukan perpindahan, Abu Bakar mendonasikan semua harta bendanya.
  • Abu Bakar terpilih sebagai khalifah sesuai dengan nash.
  • Pengikut Nabi Muhammad SAW diminta mengikuti teladan Abu Bakar.
  • Abu Bakar merupakan sosok yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad SAW.

Dari cerita tentang Abu Bakar, Si Kecil bisa memahami nilai-nilai penting seperti kejujuran dan kesetiaan. Abu Bakar menunjukkan bagaimana seharusnya seseorang selalu mendukung kebenaran serta siap menghadapi tantangan untuk keyakinannya.

Cerita tentang Sahabat Nabi SAW, Abdul Rahman bin Auf, yang terkenal akan kekayaannya serta kesukaannya berinfak.

Menurut buku Kisah 10 Pahlawan Surga Karya Abu Zaein, berikut adalah cerita pendek yang menginspirasi tentang sahabat Nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf.

Diantara sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan gelar Assabiqunal Awwalun, terdapat salah satu individu yang luar biasa serta mempunyai cerita mengharukan berkaitan harta bendanya yang berlimpah. Ialah Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat yang ganteng dan memiliki keyakinan Islam yang teguh.

Abdurrahman binAuf menjadi Muslim hanya selang dua hari sejak kawan dekat baginda Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As-Siddiq, bersaksi shahada. Beliau dilahirkan di Mekkah pada masa yang sama dengan sepuluh tahun selepas Peristiwa Gajah dan berumur lebih muda daripada Rosululloh SAW. Ibunda bapa beliau iaitu Auf bin Abdu Auf merupakan salah satu figur utama dalam suku Bani Zuhrah manakala nama maknya ialah Asy-Shifaa' binti Auf.

Sebelum masuk ke dalam agama Islam, nama sebenarnya dari Abdurrahman ialah Abdu Amru. Di zaman tersebut, masyarakat Quraysh biasanya menamai putra-putranya dengan nama-nama yang tidak mencantumkan unsur Allah Swt., contohnya Abdul Ka'bah dan Abdul Uzza. Akan tetapi, sesudah ia berpindah keyakinan kepada Islam, Abdurrahman ternyata terkenal sebagai orang yang dermawan.

Abdurrahman binAuf merupakan seorang pengusaha kaya raya serta pemberi bantuan. Dia senantiasa berupaya untuk mendapatkan kepuasan Allah SWT di segala lini pekerjaannya.

Saat melakukan perdagangan, dia sangat teliti dalam menghindari produk-produk yang dilarang. Hasil keuangannya tak hanya dimanfaatkan pribadi, melainkan juga dibagi bersama keluarganya serta dipakai untuk mendukung perjuangan demi Tuhan.

Karena kebaikan hati yang luar biasa, hartanya milik Abdurrahman bin Auf sangat melimpah. Warga kota Madinah mengungkapkan bahwa semua orang di tempat itu seolah berpartner dengan dirinya.

Dia memberikan sepertiga harta miliknya sebagai pinjaman untuk mereka, melunasi hutang-hutang mereka, dan menyebarkan separuh bagian lainnya bagi mereka yang memerlukan bantuan. Karena ketulusan hatinya, semua orang merespect dia dengan tinggi.

Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, Abdurrahman ditugaskan untuk menjamin kenyamanan para janda Nabi. Dia menyediakan semua kebutuhan mereka serta mengawasi mereka ketika sedang berpergian.

Pada suatu hari, dia mendapatkan sebuah lahan dan kemudian menyerahkannya kepada Bani Zuhrah beserta Ummahatul Mukminin. Saat Aisyah RA diinformasikan tentang pemberian tersebut, beliau bertanya, "Bagaimana mungkin ada orang yang memberikan tanah ini kepadaku?"

"Abdurrahman bin Auf," balas sang pegawai.

Aisyah juga mengenangkan perkataan Nabi Muhammad SAW, "Tiada seseorang yang berbelas kasih terhadap kamu setelah aku meninggal selain mereka yang bersabar."

Semakin bertambah kekayaan yang diraih Abdurrahman, semakin meningkat juga derajat kemanfaatan sosialnya. Dia berbagi harta dengan cara diam-diam ataupun tanpa rasa malu.

Walaupun dia terus berbagi, Abdurrahman tak pernah merosot menjadi miskin. Malah, hidupnya kian sejahtera. Dia disebut "tangan emas" sebab apa pun yang dilakonkannya selalu berhasil dengan hasil melimpah.

Saat Abdurrahman menyerahkan hartanya untuk mendukung orang lain, Tuhan membalasnya dengan karunia harta berlipat ganda. Dia meninggal pada usia 72 tahun dan tercatat sebagai salah satu dari sepuluh sahabat nabi yang dipastikan akan masuk surga. Pada saat kematiannya, kekayaannya diyakini mencapai kira-kira Rp6 triliun.

Abdurrahman bin Auf terkenal pula atas deranya yang besar. Pernah dia menyumbangkan 200 uqiyah emas guna mendanai persiapan operasi militer dalam Kampanye Tabuk. Begitu Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk bersedekha, dirinya tak pernah enggan melaksanakan kewajiban tersebut.

Pada Pertempuran Badar, dia menghadiahkan 400 dinar bagi setiap prajurit berpengalaman. Dia pun mendonasikan 40 ribu dinar, 500 ekor kuda, serta 1.500 unta guna membantu pihak peperangan tersebut.

Bukan hanya itu saja, Abdurrahman juga sempat membelikan kurma yang sudah dekat dengan masa kedaluwarsa dari sejumlah penjual di Madinah. Tindakannya ini menyenangkan para pedagang karena akhirnya dapat melepas stok kurma mereka.

Dari Abdurrahman bin Auf, kita bisa mengambil pelajaran tentang kerendahan hati serta tanggung jawab sosial. Salah satu sahabat Nabi tersebut memanfaatkan hartanya untuk menolong sesama dan berperang demi agama Islam.

Maka dari itu, pelajaran penting yang dapat dipetik ialah bahwa kekayaan yang kita miliki semestinya dialokasikan untuk mendukung orang lain serta membangun komunitas.

Cerita tentang Abu Darda, seorang sahabat nabi yang dikenal sebagai pakar kebijaksanaan.

Mengutip dari buku Ibrah Kehidupan karya Mahsun Djayadi dan Biografi 60 Sahabat Rasulullah SAW yang ditulis oleh Khalid Muhammad Khalid, mengisahkan tentang kisah pendek teladan dari sahabat Nabi, Abu Darda.

Pada masa Rasulullah SAW, ada seorang sahabat yang amat memotivasi bernama Abu Darda. Dia diakui sebagai pakar dalam ilmu hikmah dan memiliki pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip hidup yang berasal dari Al-Quran.

Namanya penuh ialah Abu Darda' Uwaimir bin Amir bin Malik bin Zaid bin Qais bin Umayyah bin Amir bin Adi bin Ka'ab bin Khazraj. Akan tetapi, kebanyakan orang lebih kenal dia sebagai Abu Darda'.

Cerita tentang perjalanan keimanan Abu Darda bermula saat dia melihat berhala yang disekutuknya hancur di tangan seorang sahabatnya. Ketika itu, pikirannya berkata, "Apabila berhala ini memang memiliki kuasa, tentu saja ia dapat menolong dirinya sendiri."

Di sana, bibit-bibit iman Abu Darda mulai berkembang. Pada akhirnya, dia mengaku Islam di depan Rasulullah SAW.

Abu Darda merupakan individu yang tak kenal lelah dalam menuntut ilmu. Dia senantiasa bertafakkur, memikirkan hal-hal mendalam, serta mengambil pelajaran dari Nabi Muhammad SAW. Berkat kerja kerasnya itu, dia tumbuh menjadi pakar kebijaksanaan yang sering dirujuk oleh kaum Muslimin.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, pandangan beliau senantiasa diperhatikan serta dihormati sebab terus-menerus menyuarakan kebajikan. Di era kepemimpinan Khalifah Uthman bin Affan, dia menunjuk Abu Darda untuk menjadi hakim di wilayah Syam.

Di samping itu, Abu Darda adalah orang yang sangat menarik dengan jiwa yang dipenuhi kasih sayang terhadap kehidupan setelah mati. Ia berdedikasi membuka acara pendidikan Islam setiap harinya guna menyampaikan pengetahuan kepada publik.

Pada suatu hari, Abu Darda berbicara dengan Khalifah Utsman dan berkata, "Apabila Anda membolehkannya, saya akan pergi ke Syam untuk mengajar Al-Quran dan Sunnah Nabi kepada penduduknya sambil melaksanakan shalat bersama mereka."

Utsman pun mengakui niat baik Abu Darda. Tanpa memperpanjang kisahnya, dia kemudian pergi menuju Damaskus.

Namun, saat tiba di Damaskus, Abu Darda menemukan bahwa masyarakat di sana terjerumus ke dalam kesenangan duniawi dan gaya hidup bergelimang kemewahan.

Menyaksikan situasi tersebut, perasaannya bercampur aduk dengan kesedihan. Dia mencoba mengingatkan mereka untuk tetap ingat akan kehidupan setelah mati. Namun sayangnya, saran-sarannya kurang diminati oleh sebagian besar orang.

Ingin tetap bertahan, Abu Darda mengumpulkan orang-orang di masjid guna memberikan pidato.

"Hai warga Damaskus! Anda semua adalah saudara-saudari seiman dan tetangga sekota. Sungguh mengejutkan bagi saya bahwa anda tidak menyukai saya? Saya tak berharap mendapat imbalan apapun dari anda. Saran yang saya berikan ini bertujuan baik untuk kemaslahatanmu," katanya dengan antusiasme.

Pidato itu benar-benar memukau penonton. Air mata bercucuran di wajah sebagian besar hadirin, dan beberapa orang tidak dapat menahan erangan mereka yang sampai terdengar di luar mesjid.

"Saya tidak senang menyaksikan orang-orang yang kurang pengetahuannya tetap tanpa ilmu, sedangkan para ulama meninggalkan kita. Yang saya harapkan hanyalah Anda menaati perintah Allah dan menghindari apa pun yang dilarang-Nya," jelasnya.

Sejak saat itu, Abu Darda secara konsisten hadir di berbagai forum komunitas Damaskus serta berkeliaran di pasarnya guna menanggapi pertanyaan dari para individu yang lengah.

Pada suatu hari, ketika dia sedang berjalan-jalan, dia menyaksikan sekelompok orang mencaci maki seseorang lelaki. Abu Darda langsung mendekati mereka dan menanyakan, "Terjadinya apa ini?"

Mereka menjawab, 'Orang tersebut terjatuh ke dalam kesalahan yang sangat berarti,'

Abu Darda berucap, "Bagaimana jika seseorang terjatuh ke dalam sumur, akankah kamu menolongnya untuk naik?" Mereka pun mengangguk dan berkata, "Pasti!"

Oleh karena itu, jangan menghina dia. Ajari dan ingatkan dia saja. Berterimakasihlah pada Allah yang senantiasa mengampuni kamu atas kesalahanmu,” ucap Abu Darda dengan lemah lembut.

Menurut saran Abu Darda, si pelaku tersebut meneteskan air mata dan meminta ampun.

Dari riwayat Abu Darda, kita bisa mengambil pelajaran akan nilai penting pengetahuan serta kearifan. Ilmu dan bijak tersebut perlu dimanfaatkan dalam rangka menolong orang lain dan menebar manfaat di mana pun berada.

Di samping itu, bersikap memaafkan dan menanggapi kesalahan orang lain dengan pemahaman, sebagaimana diperlihatkan oleh Abu Darda, merupakan suatu kebajikan yang tinggi.

Berikut adalah sekumpulan cerita menginspirasi dari para sahabat Nabi pada bulan Ramadhan. Mudah-mudahan pelajaran moral di dalamnya bisa Bunda rangkai menjadi pengalaman berharga bagi anak Anda!

Pilihan Redaksi
  • 5 Nabi Penyandang Gelar Ulul Azmi beserta Ringkasan Kehidupan Mereka, Sebutan Mulia dari Tuhan
  • Cerita tentang Gunung Thaur, Lokasi yang Dipakai oleh Nabi Muhammad sebagai Tempat Persembunyian pada Saat Hijarah
  • Cerita tentang Uwais Al Qarni, Si Anak Soleh yang Membonceng Ibumya dari Yaman hingga Mekkah demi Menunaikan Haji

Untuk bunda yang ingin berbagi pengalaman tentang parenting sambil mendapatkan banyak hadiah, silakan bergabung dengan komunitas CandroAkey NewsSquad. Daftar melaluinya di sini. SINI . Gratis!

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post