CDRNEWS , Jakarta - Aktor Rizky Hanggono berikan pendapatnya mengenai perananya sebagai karakter Abimanyu di dalam film tersebut Rumah untuk Alie. Pada karya sineas Herwin Novianto tersebut, aktor tersebut berperan sebagai seorang ayah yang tersudutkan oleh emosi marah dan rasa sakit hati, mengarahkan kemarahan pada putri tunggalnya, Alie (diperankan Anantya Kirana), sehingga menjadi korban perlakuan kasar di dalam rumah tangga mereka sendiri.
Dia menyatakan bahwa perannya tersebut sangat memberatkan, tidak hanya dari segi teknikal tetapi juga emosional. "Peran Abimanyu merupakan salah satu peran yang amat pribadi bagi saya. Saya telusuri, saya jalani, saya mainkan, dan saya tunjukkan karakter Abimanyu," ungkap Rizky saat konferensi pers di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Senin, tanggal 10 Maret 2025.
Pemeran tersebut mengatakan tegas bahwa penghinaan dan pem-bully-an tidak hanya merugikan pihak yang dipermalukan, tetapi juga dapat mencerminkan kerusakan emosional yang lebih serius. "Bagi kalian semua yang sedang menonton," bullying "Hasilnya sangat luar biasa," katanya. Akan tetapi, hal yang paling menusuk jantung adalah pesan yang disampaikannya untuk para lelaki yang tidak menyadari bahwa mereka sering kali merusak diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencoba melukai orang lain. Menurut Rizky, perundungan tak sekadar masalah antara si korbann dan sang pelaku, namun juga tentang cara individu tersebut mengenal dan memahami serta mengendalikan lukanya masing-masing.
Luka Lama di Dalam Rumah Untuk Alie
Pada kesempatan serupa, aktris tersebut juga mengatakan Tika Bravani juga menceritakan pengalamannya ketika pertama kalinya mengenal teks tersebut Rumah untuk Alie. Sebagai Gianla, sang ibu biologis Alie, dia mengaku cukup terkejut dengan konsep utama dari film tersebut. "Saat pertama kali saya melihat skenarionya, sebenarnya ada rasa shock tentang topik besar yang diusung dalam cerita ini," ungkapnya. triggering (memicu) sekali,” ujarnya.
Tika mengenali kembali pengalamannya sendiri ketika masih bersekolah, di mana perilaku perundungan dianggap sebagai hal biasa. "Secara pribadi, saya pernah ada dalam situasi dimana saya ", bully di sekolah yang menormalisasi bully ," lanjutnya. Walaupun perannya di film tidak terlalu besar, dia berharap keberadaan Gianla memiliki pengaruh signifikan. "Inilah yang pada akhirnya kita optimalkan bersama semua orang, kita kerjasama untuk mencari cara agar bagian pendek ini menjadi fondasi bagi perilaku Alie saat dewasa," katanya.
Menurut Tika, film tersebut tidak sekadar mengangkat isu perundungan, namun juga membahas aspek etis terkait dengan makna keluarga. "Walaupun ada orang yang buruk di sana, mereka tetap bagian dari keluargamu. Saya tak yakin hal itu tepat atau salah, tapi memang sih niat sang ibu bermaksud baik," katanya. Dia berharap para penonton dapat turut mencerna pesan film ini dan bertanya pada diri sendiri: Apakah perlakukan kasar dalam lingkaran keluarga harus diterima begitu saja, atau malah patut untuk ditentang?
Hunian yang Tidak Selamanya Menjadi Sarana Perlindungan
Rumah untuk Alie Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini merupakan adaptasi dari sebuah novel. best seller karya Lenn Liu yang dirilis pada bulan Februari tahun 2024. Cerita tersebut bermula dari Alternate Universe (Film tersebut viral di platform media sosial, khususnya TikTok dan X.) Cerita film ini berfokus pada Alie, seorang perempuan yang harus merelakan kepergian seseorang tersayang serta menerima rasa benci dari mereka yang dekat dengannya.
Bapak serta saudara-saudaranya menuding dia bertanggung jawab terhadap kepergian nyawa ibunya, sehingga membuat rumah menjadi sarang sindiran keras dan trauma, entah itu dalam bentuk tubuh atau perasaan. Meski begitu, Alie masih memegang erat harapan bisa disambut dengan hangat dan dicintai oleh anggota keluarga mereka sendiri. Film yang bakal dirilis di layar lebar tanggal 17 April 2025 tersebut dipimpin akting oleh Anantya Kirana, Rizky Hanggono, Tika Bravani, Dito Darmawan, Rafly Altama Putra, Andryan Didi, Faris Fadjar Munggaran, Sheila Kusnadi, dan juga Ully Triani.