CDR News - Sebanyak seperempat hingga sepertigah dari hidup kita dilalui dalam kondisi tertidur, dan mayoritas waktunya dihabiskan untuk bermimpi. Akan tetapi, biasanya kita sulit mengenang apa yang telah kita impikan. Meski ada bayangan kabur tentang sebuah mimpi saat baru bangun, namun memori tersebut dapat sirna dalam beberapa menit. Pertanyaannya adalah: Mengapa hal ini terjadi?
Menurut Thomas Andrillon, seorang ahli saraf dari Monash University di Australia, dia menyatakan bahwa "Kami kecenderungan untuk dengan cepat melupakan mimpi kami, dan sangat mungkin orang-orang yang hampir tidak pernah memikirkannya benar-benar memiliki kesulitan dalam mengingatkannya."
Tetapi, studi membuktikan bahwa walaupun seseorang tak pernah menyimpan ingatan tentang mimpinya selama berbulan-bulan, mereka masih terus bermimpi. Bila ditegur atau dibangunkan di momen yang pas, mereka akan dapat merespons dan mengingat kembali pengalaman tidurnya itu.
Hippocampus: Tak Senantiasa Sama Waktu Dengan Kita
Saat kita tidur, tidak seluruh area otak istirahat secara bersamaan. Penelitian di Journal of Neuron pada 2011 mengungkapkan bahwa hipokampal merupakan bagian terakhir yang kembali aktif ketika kita tertidur. Area ini sangat vital untuk proses mentransfer data dari ingatan sementara menuju penyimpanan permanen.
Andrillon mengatakan bahwa apabila hippocampus merupakan area terakhir yang tertidur, maka hal ini berarti dapat pula menjadi daerah terakhir yang akan terbangun. Dia menambahkan, "Dengan demikian, sangat mungkin kita tersadar sambil memiliki kenangan dari mimpi dalam memori jangka pendek; namun dikarenakan hippocampus belum benar-benar sadar, otak tak cukup kuat untuk merawat dan menyimpan pengalaman tersebut."
Walaupun hippocampus kelihatan tak ikut campur dalam pengenalan mimpi, ini bukan bermakna ia diam saja. Sebaliknya, saat kita tertidur, hippocampus bertugas memperkokoh serta merawat kenangan yang telah ada, bukannya menangkap data baru layaknya mimpi.
Waktu Sadar yang Pendek Dapat Mencegah Kenangan Mimpi
Studi yang dilakukan pada tahun 2017 dan dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience menyimpulkan bahwa individu dengan kecenderungan mengingat mimpi secara rutin cenderung memiliki lebih banyak masalah tidur di waktu malam. Mereka lebih mungkin untuk bangun dari tidurnya, serta berpotensi tetap terjaga hingga dua menit sebelum akhirnya tertidur lagi.
Pada saat yang sama, individu yang kurang sering mengenangkan mimpinya biasanya hanya bangun selama sekitar satu menit. Selisih singkat ini namparnya memiliki dampak signifikan pada kesempatan otak untuk merekam memori tentang mimpi tersebut sebelum hilang ditelan lupa.
Pengaruh Zat Kimia Otak
Saat tidur, ada penyesuaian tingkat kedua neurokimiawi utama yang disebut asetilkolin dan noradrenalin. Zat-zat ini sangat membantu dalam penyimpanan ingatan. Ketika kita mulai terlelap, levelnya menurun secara signifikan. Akan tetapi, pada saat masuk ke tahap rapid eye movement (REM)—fase tidur ketika mimpi paling vivid berlangsung—konsentrasi asetilkolin naik hingga mencapai level bangun, sedangkan kadar noradrenalin tetap rendah.
Sejumlah ahli berpendapat bahwa campuran khusus tersebut bertanggung jawab atas hilangnya kenangan tentang mimpim. Kadar asetilkolin yang meningkat mempertahankan aktivitas pada korteks otak, seperti kondisi di mana seseorang terjaga. Di saat bersamaan, tingkat noradrenalin yang menurun dapat melemahkan kapabilitas kita dalam merekam pengalaman dan memori, termasuk juga mimpi-mimpi yang telah dilewati.
Mimpi yang Kurang Menggoda Kebanyakan Hilang dari Memori
Pernahkah Anda berpikir tentang apa yang ada dalam benak Anda ketika menyikat gigi di pagi hari? Seperti pemikiran-pemikiran acak pada waktu siang, impian-impian yang terlalu umum atau kurang bermuatan emosi cenderung dilupakan oleh otak karena dianggap tak penting.
Ernest Hartmann, seorang ahli tentang mimpi dari Tufts University School of Medicine, menyatakan bahwa mimpi yang lebih tajam, penuh dengan emosi, dan memiliki struktur naratif yang rapi cenderung lebih mudah dikenang karena lebih memukau untuk otak.
Bagaimana Caranya Agar Bisa Sering Mengalami Mimpi yang Dapat Diingat?
Apabila Anda berkeinginan untuk memperbaiki keterampilan mengenang impian, terdapat beberapa teknik yang dapat diujicobakan:
- Mengonsumsi air sebelum beranjak tidur - Hal ini dapat menyebabkan Anda terjaga di pertengahan malam menuju toilet, dan pada saat tersebut kesan dari mimpipun masih sangat jelas dalam pikiran.
- Visualisasi sebelum beristirahat - Berulang kali bayangkan bahwa Anda hendak menyimpan ingatan akan mimpi-mimpi Anda.
- Catat buku impian - Setelah terbangun, catatlah segala hal yang masih kauingat dari mimpimu sebelum hilang.
- Jangan buru-buru - Sesudah terbangun, jangan gerak sejenak, tutup mata lagi, dan usaha untuk memperpanjang impian dalam benak supaya hippocampus punya kesempatan mengekspresikan kenangan itu.
Dengan metode ini, Anda dapat memperbesar kemungkinan untuk mengingat lebih banyak mimpi yang dialami tiap malam!