Mengapa JUMBOnya Lebih Cocok Dalam Animasi Daripada Film Live-Action?

Sutradara film animasi JUMBO, Ryan Adriandhy, menjelaskan alasannya untuk menyajikan kisah tersebut dalam bentuk animasi. Menurut Ryan, proyek yang diproduksi oleh Visinema Pictures ini merupakan sebagian dari kenangan masa kecilnya.

"Kecil adalah periode unik dalam hidup seseorang yang hanya berlangsung satu kali selama umur manusia. Kalian tidak dapat mengulangi waktu tersebut. JUMBO lahir dari pengalaman saya pada masa anak-anak," ungkap Ryan ketika melakukan kunjungan pers ke Candraokey News beberapa hari yang lalu.

Menurut Ryan, melalui penggunaan animasi, rasa serta memori dapat dengan mudah dijelaskan dan disampaikan.

"Saya merasa bahwa media animasi mampu menyampaikan emosi dan kenangan dengan baik. Dunia tampak lebih luas ketika kita masih anak-anak, kita mengadakan berbagai petualangan di waktu kecil," jelasnya.

Baik suka maupun tidak, Ryan perlu mengubah JUMBO menjadi bentuk animasi, menurut pendapatnya live-action memiliki berbagai ketentuan. Setelah lima tahun dalam produksi dan menggabungkan sekitar 400 animator asal Indonesia, film JUMBO akhirnya akan ditampilkan di bioskop.

Animasi memiliki bahasa visual untuk menerjemahkannya semua. Gimana kalau gue bikin live action terdapat berbagai ketentuan yang cukup membatasi. Hampir dapat disebut bahwa animasi tersebut limitless "Ini bisa dilakukan untuk membuat cerita apapun dan dimanapun," kata Ryan.

Melalui JUMBO, Ryan bertekad untuk mengangkat industri animasi Indonesia agar meningkatkan kualitasnya dan dapat bersaing secara global. Inspirasi serta tekad yang kuat dari Ryan pun mendapat sambutan positif dari para produser di Visinema Studios.

"Saat cerita Jumbo muncul, saya bersama dengan para produser merasa bahwa ini adalah sebuah kisah yang begitu menakjubkan dan penuh kehangatan. Oleh karena itu, tidak peduli apa yang akan terjadi, mari kita upayakan agar JUMBO dapat menyajikan animasi dari Indonesia yang lebih baik lagi," jelas Ryan.

Film Jumbo menceritakan kehidupan seorang bocah bernama Don. Akibat tubuhnya yang besar dan berisi, dia sering dijuluki "Jumbo" oleh para pengganggu. Hal ini membuat Don bersumpah untuk menunjukkan pada teman-temannya kalau dia pun mempunyai kemampuan istimewa yang patut dipuji.

Pemeran pengisi suara untuk karakter animasi dalam film Jumbo terdiri dari Angga Yunanda, Ariel dari NOAH, Cinta Laura Kiehl, Bunga Citra Lestari, Ariyo Wahab, Kiki Narendra, serta Ratna Riantiarno.

Terdapat pula Quinn Salman, M. Adhiyat, Yusuf Ozkan, Graciella Abigail, Den Bagus Satrio Sasono, sampai Prince Poetiray. Film JUMBO akan segera ditampilkan pada saat perayaan Idulfitri tahun ini.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم