Mayor Teddy Jadi Letnan Kolonel: Respons SETARA Institute, Imparsial, dan Connie Bakrie Terkini

Candraokey News , Jakarta - Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya dilaporkan telah menerima promosi jabatan menjadi Letnan Kolonel. Sesuai dengan dokumen dari Markas Besar TNI yang ditinjau oleh Tempo pada tanggal 6 Maret 2025, Panglima TNI memberi perintah untuk menaikkan pangkat Mayor Teddy Indra Widjaya dari posisi mayor hingga ke jenjang letnan kolonel (letkol).

Diperintahkan oleh Mayor Inf Teddy Indra Widjaya, Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Sebagaimana halnya dengan instruksi tersebut, segeralah gunakan pangkat yang satu tingkatan di atas Mayor. Letkol Terhitung mulai tanggal 25 Februari 2025," demikian tertulis dalam dokumen tersebut.

Promosi Mayor Teddy menjadi Letnan Kolonel mengundang beragam respon dari para pemirsa. Inilah alasannya.

1. Institut SETARA: Diperlukan Keterbukaan Tentang TNI

Peneliti dari Institut SETARA, Ikhsan Yosarie, menyerukan agar markas besarmiliter TNI bersikap terbuka dalam menerangkan alasankenaikan pangkat Sekretaris Kabinet Mayor Teddy IndraWijaya menjadi Letnan Kolonel.

Dia menyebutkan bahwa klarifikasi yang jujur sangat dibutuhkan tak sekadar sebagai wujud pertanggungjawaban manajemen TNI, tetapi juga agar promosi pangkat Teddy tidak dipandang sebelah mata atau berdasarkan keinginan penguasa. "Hal ini pun penting dilakukan guna meredam potensi perselisihan antara perwira tinggi lainnya," ujar Ikhsan melalui pernyataan tertulis yang ditanganinya pada hari Sabtu, 8 Maret 2025 dan berhasil didapatkan oleh Tempo.

Tentu saja, dia menjelaskan bahwa promosi untuk anggota tentara TNI adalah sesuatu yang biasa dan telah ditetapkan dalam Pasal 26 ayat (1) dari Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 2010 mengenai Administrasi Anggota Tentara. Akan tetapi, menurut Ikhsan, proses promosi Teddy lebih mudah daripada mestinya sehingga dapat memicu rasa iri serta pertanyaan-pertanyaan tentang karier militer Teddy.

2. Imparsial: Menyinggung Perasaan Prajurit TNI Lain, Kental Nuansa Politik

Lembaga non-pemerintah bernama Imparsial mengatakan bahwa promosi Mayor Teddy Indra Wijaya dari pangkat Mayor ke Letnan Kolonel dapat melukai perasaan personil TNI yang lain. Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menganggap bahwa kenaikan tersebut juga bertentangan dengan prinsip meritokrasi.

"Imparsial melihat promosi Mayor Teddy dari letnan kolonel sebagai tindakan yang sarat dengan kepentingan politik dan bukan berdasar pada prestasi atau nilai sistematik," ungkap Ardi dalam pernyataan formal hari Jumat, 7 Maret 2025.

Menurut orang tersebut, sampai sekarang Mayor Teddy pun belum menjalankan kewajiban sebagai prajurit militer di medan lapangan. Ini termasuk catatan prestasinya yang kurang berarti dalam institusi TNI. Dia menambahkan bahwa "Mulai dari posisi ajudan kepada Presiden Jokowi hingga akhirnya menjadi aider bagi Menteri Pertahanan Prabowo waktu itu, secara nyata Mayor Teddy tak pernah melakukan pekerjaannya seperti para prajurit biasa di tempat-tempat penugasan luar ruangan." katanya.

3. Connie Bakrie: Aturan dan Hukum Sudah Tidak Efektif Lagi

Pengamat bidang militer dan keamanan, Connie Rahakundini Bakrie, meragukan promosi pangkat Teddy Indra Wijaya dari tingkatan mayor hingga menjadi letnan kolonel. Ia menyatakan bahwa pihak pemerintah tampaknya tidak mentaatinya peraturan yang berlaku saat melakukan peningkatan derajat seorang anggota tentara.

"Sepertinya apa yang telah disetujui dalam bentuk norma dan hukum tak lagi efektif," ujar Connie ketika diwawancara Tempo via pesan instan pada Jumat malam, 7 Maret 2025.

Connie juga meragukan adanya peraturan baru dari TNI tentang promosi pangkat untuk Sekretaris Kabinet tersebut. Menurut Connie, pangkat Letnan Kolonel yang diterima Teddy tidak melewati pendidikan Staf dan Komando atau Sesko Angkatan Darat TNI.

"Apakah saya yang kurang tahu tentang undang-undang ini? Apa benar seseorang dapat meninggikan derajat atau mendapatkan jabatan apapun hanya karena keputusan dari para pemegang kuasa?" kata Connie.

Eka Yudha Saputra, M Raihan Muzzaki, dan Andi Adam Faturahman berpartisipasi dalam penyusunan artikel ini

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم