CDR News, JAKARTA — Kepala Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan investor kakap Ray Dalio akan berpartisipasi dalam proses pembentukannya family office alias kumpulan bisnis surga pajak di Bali.
Luhut menyatakan bahwa Ray Dalio sangat tertarik pada dasar-dasar perekonomian Indonesia yang mencakup pertumbuhan ekonomi stabil sebesar 5% per tahun, inflasi rendah, serta tingkat hutang relatif kecil. Karena alasan tersebut, Ray Dalio menunjukkan minatnya untuk mengerjakan beberapa proyek di Indonesia bahkan sampai membentuk suatu entitas. family office .
"Kita akan ada pilot project [sampel proyek] yang akan datang bersama Ray Dalio ini. Kami saat ini tengah menyempurnakan dan menyelesaikannya. family office "jelaskan Luhut di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (12/3/2025)," kata dia.
Perjalanan Ray Dalio, Sahabat Prabowo dan Luhut: Dari Pekerja Lapangan Menuju Bos Hedge Fund Bridgewater Associates
Meskipun begitu, sang mantan perwira TNI tersebut enggan mengungkapkan batas waktunya untuk pengucapan resmi tersebut. family office Namun demikian, ia menegaskan bahwa staf dari Dewan Ekonomi Nasional sampai Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan segera memulai tugas mereka pada hari Kamis (13/3/2025).
Apalagi, sambungnya, persiapan pembentukan family office Telah berlangsung selama enam bulan terakhir. Nanti, tim akan mengajak pendapat Ray Dalio serta pemain pasar lainnya.
: Prabowo Meminta Saran dari Ray Dalio untuk Mendirikan Danantara Bersama Pengusaha Besar di RI
"Harapannya adalah dalam waktu beberapa bulan mendatang hanya tersisa Presiden [Prabowo] saja, mengingat bahwa Presiden telah memberikan go-ahead Jadi, dengan kata lain, kita akan melaporkan hal ini kepada Presiden dan jika Presiden memberikan instruksi untuk melakukan eksekusi, maka kami akan mengekuskusinya, " jelas Luhut.
Sebagai informasi, family office Adalah suatu entitas yang mengelola harta para pengusaha besar tanpa terkena pajak. Ini berarti bahwa walaupun para pengusaha ini menyimpan hartanya di Indonesia, Kementerian Keuangan tidak dapat mendapatkan penerimaan pajak daripada mereka.
Luhut pertamakali menyatakan niatnya untuk merancang pembangunan family office Di Indonesia pada awal bulan Juni tahun sebelumnya. Ia berencana untuk menjadikan Bali sebagai pusat utamanya. family office tersebut.
Dia menjelaskan, praktik family office Sudah banyak beredar di negara-negara Asia lainnya. Karena alasan tersebut, ia berniat untuk menggulirkannya juga di Indonesia.
"Jadi, family office Itu, kelak banyak orang-orang berduit di seluruh dunia akan memandang Bali sebagai pilihan untuk menanam uang mereka di Indonesia, serupa dengan bagaimana hal tersebut terjadi di Singapura, Hong Kong, dan juga Abu Dhabi; yang penting adalah tidak perlu dipajakan," penjelasan Luhut saat menghadiri rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (5 Juni 2024).
Walaupun kekayaan finansial mereka tidak dipajaki, Luhut mengatakan hal utama adalah jumlah mata uang asing yang bakal disimpan di Indonesia sehingga stok devisa nasional menjadi lebih besar.
Luhut menyatakan bahwa terdapat kira-kira 1.500 orang dari Singapura. family office dengan dananya yang disimpan sebesar US$1,6 triliun. Tujuannya adalah mencapai ratusan miliar dolar tambahan. family office Bali nantinya.