CDRNEWS Orang dengan kadar kolesterol tinggi harus menjauhi berbagai macam pangan untuk menekan kemungkinan timbulnya gangguan kesehatan yang lebih parah. Kemudian, orang dengan kolesterol tinggi sebaiknya menghindari apa saja?
Beberapa tipe makanan harus dijauhkan dari diet orang dengan kadar kolesterol tinggi, antara lain makanan berbumbu sangat gurih, produk daging proses, hidangan manis, serta masakan yang digoreng.
Pihak berwenang menyarankan bagi mereka dengan kadar kolesterol tinggi untuk memperbanyak konsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan, biji-bijian utuh, dan juga ikan.
Agar lebih paham, simak beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat mengidap kolesterol tinggi di bawah ini.
Apa yang harus dihindari oleh orang dengan kolesterol tinggi?
Disarikan dari WebMD dan Cleveland Clinic Berikut adalah beberapa tipe makanan yang sebaiknya dikurangi atau dijauhkan dari diet orang dengan kadar kolesterol tinggi.
-
Sekarang ini banyak makanan yang memuat lemak trans.
Lemak trans merugikan bagi kesehatan dan biasanya dapat dijumpai dalam makanan ringan yang sudah dikemas, contohnya cookie, cracker, serta sejumlah tipe mentega.
Agar terhindar dari hal itu, disarankan agar Anda membaca petunjuk pada kemasan sebelum memboyong barang tersebut.
-
Makanan yang terlalu asin
Mengonsumsi makanan dengan rasa terlalu asin dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Berbagai macam hidangan mengandung jumlah natrium yang cukup tinggi dan hal ini kurang bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda.
Beberapa jenis makanan, seperti pizza Dan makanan beku dengan kadar garam yang tinggi. Kurangi asupan natrium ekstra, atau jangan melewati batas 2.300 sampai 2.400 miligram setiap harinya.
-
Daging yang diolah
Daging yang diolah, seperti hot dog Dan sosis, biasanya diproses menggunakan bagian daging dengan kadar lemak yang tinggi.
Daging olahan ini bukan saja dapat menaikkan tingkat kolesterol dalam tubuh, namun juga dipandang mampu memperbesar peluang terkena kanker usus.
-
Makanan yang terlalu manis
Konsumsi makanan manis secara berlebihan bisa meningkatkan berat badan dan beberapa risiko masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Walaupun kebanyakan berawal dari minuman, contohnya soda dan es krim, ada pula sejumlah makanan lain yang mengandung gula dalam jumlah besar, misalnya saja saus. spaghetti dan makanan cepat saji.
-
Produk hasil susu berlemak tinggi
Susu full cream , mentega, dan yogurt Serta keju berlemak tinggi juga mengandung lemak jenuh dalam jumlah banyak.
Batasin pengonsumsian keju dan piliih tipe susu berlemak rendah untuk metode mengurangi kolesterol secara natural.
-
Daging merah
Daging berwarna merah, contohnya steak, iga, daging sapi yang telah digiling, serta daging babi, umumnya mengandung jumlah lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi.
Pilih daging yang bebas dari lemak dan sumber protein hewani dengan kandungan lemak rendah lainnya, misalnya daging ayam atau burung tanpa kulit.
-
Makanan yang digoreng
Kentang goreng, ayam goreng lengkap dengan kulitnya, serta hidangan berbahan dasar goreng lainnya mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi akibat penggunaan minyak dalam proses memasaknya.
Untuk meningkatkan keamanan bagi kesehatan, Anda dapat memakai air fryer Untuk menggoreng dengan sedikit penggunaan minyak serta memilih daging ayam yang tidak memiliki kulit.
-
Makanan dan camilan yang dipanggang
Kukis, kue, dan donat umumnya memiliki kandungan mentega atau mentega putih yang tinggi akan lemak jenuh dan kolesterol.
Di samping itu, makanan serta cemilan olahan seringkali mengandung kadar gula yang tinggi; hal ini dapat menyebabkan peningkatan trigliserida dalam tubuh, berpotensi menambah risiko terkena penyakit jantung koroner.
Dengan mengenali makanan-makanan yang harus dihindari saat memiliki kadar kolesterol tinggi, Anda dapat mengurangi risiko terkena gangguan kesehatan yang lebih berat.
Di samping menjauhi berbagai macam makanan tersebut, Anda pun harus menerapkan gaya hidup yang baik untuk menjadi metode mereduce kadar LDL secara efisien.
Namun demikian, disarankan agar Anda tidak melakukan diagnosa sendiri atau memakai obat-obatan yang belum mendapat bukti keamanannya dari perspektif medis sebab hal itu dapat membahayakan kesehatan.