Candraokey News Inilah cerita Dewi, yang pada usia 35 tahun menjadi seorang penata dan pembalsem mayat.
Dewi membongkar bahwa dia sering mengalami peristiwa yang tak masuk akal.
Itu terlihat diketahui Ibunda Dewi melalui kliping video di akun Instagram @rumpi_gosip.
Lirik Lagu Karo Cikecur yang Diperkenalkan oleh Fida Purnama Tarigan
Karena profesinya, Bu Dewi sering kali menghadapi hal-hal yang tak masuk akal.
Mengapa tidak, dia kerap kali muncul dalam mimpi para klien yang telah wafat.
Tidak hanya dalam imajinasi, ibu Dewi menyatakan bahwa kliennya sering kali membawa pesan ketika mereka datang menemui mimpi-mimpinnya.
Pada pengunggahannya itu, Ibu Dewi diajukan pertanyaan tentang apakah dirinya pernah muncul dalam mimpi salah satu klien-nya.
Sepertinya Bu Dewi sering menerima mimpi serta pesan dari alam lain.
POSISI Lagu Penyanyi Mala Agatha Diolok Sampai Memohon Maaf, Asal Usulnya dari Video Klip Lucu Tentang Cinta
"Sering terbawa mimpi," ungkap Ibu Dewi dilansir Sripoku.com pada Senin (10/3/2025).
Bapak Dewi kemudian menceritakan pengalaman dirinya ketika diimpikan oleh klien-nya.
(Note: Assuming "Ibu" was mistakenly used instead of "Bapak", as typically one wouldn’t refer back to a woman with masculine title unless specifically indicating gender change.)
If you meant for "Dewi" being female:
Bu Dewi kemudian menceritakan tentang mimpi yang dialaminya dari sudut pandang sang klien.
"Sekarang diceritakan bahwa mantan istrinya telah mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri dan kemudian dia yang merawatnya," jelasnya.
"Lanjut di malam itu dia datang menghampiri saya. Mengucapkan terima kasih," kata Bu Dewi meniru.
Ibu Dewi juga menceritakan pengalaman lainnya ketika membersihkan mayat.
Disebutkan pula, dia pernah menerima pesan dari orang tuanya yang telah wafat.
Pada saat tersebut, Ibu Dewi membersihkan badan seorang perempuan lanjut usia.
Tetapi, ternyata wanita itu tidak mengenakan pakaian dalam ketika dibasuh.
Foto Berita: Komunitas Hindu-Muslim Sumut Sebarkan Ribuan Porsinya Nasi Briyani
Sepertinya Bu Dewi menerima pesan untuk memakai pakaiannya sendiri.
"Silakan berikan saya celana dalam seperti itu," kata Ibu Dewi menirukan.
Wanita tersebut pada mulanya tidak yakin dengan apa yang dikatakannya.
Dia kemudian bertanya kepada keluarga dari jenasah itu.
Sudah tepat bahwa mayat itu belum memakai pakaian dalam.
Berita Foto: Komunitas Hindu-Muslim Sumatera Utara Sebar Ribuan Porsi Nasi Briani
"Saya tidak begitu yakin di awal, jadi saya bertanya pada keluarga, dan kemudian," tambahnya.
Selanjutnya, Bu Dewi memintakan agar keluarganya menyiapkan pakaian dalamnya.
Menanggapi permohonan Ibu Dewi, keluarga tersebut terkejut.
Namun, Ibunya Dewi kemudian menerangkan bahwa dia mendapatkan petunjuk sebanyak tiga kali untuk menaruh pakaian dalam pada mayat tersebut.
"Ya, barusan terdengar desisan tiga kali, meminta pakaian dalam," katanya.
Setelah dia memakai pakaian dalam untuk mayat itu, Ibu Dewi kemudian menerima bisikan rasa terima kasih.
Bukan hanya itu saja, Ibu Dewi ternyata juga muncul dalam mimpi seorang ayah yang sudah wafat.
Serabi Khas Medan, Sajian Ikonik Untuk Menyegarkan Berbuka Puasa Di Jl. Brigjen Katamso
Selama hayatnya, sang ayah ternyata sering memakai topi laket setiap hari.
Namun, setelah berada di dalam peti, keluarganya tidak menaruh topinya.
Oleh karena itu, ayah dari Bu Dewi mengharapkannya untuk meletakkan topinya di dalam peti jenazah.
Di samping itu, ternyata Ibu Dewi juga telah menangani sampai delapan mayat dalam waktu sehari.
"Sekali pernah ada delapan mayat dalam sehari," katanya.
Karena jumlah mayat yang perlu dicuci dan dibalsem, Ibu Dewi akhirnya tidak dapat kembali ke rumah.
"Bukan pulang dulu, setelah selesai langsung kembali, apalagi kalau satu belum terselesaikan, sudah ada mayat lain yang menanti," katanya.
Ternyata bukan hanya mayat orang dewasa, ibu Dewi juga pernah menemukan seorang bayi yang baru dilahirkan.
"Ketiganya kembar, kematian mereka tidak terjadi secara bersamaan," jelasnya.
"Maka ketiganya meninggal bersamaan namun dengan waktu yang berbeda," jelasnya.
Pada penutupannya, Ibu Dewi mengingatkan untuk tidak merugikan pihak lain.
"Selalu harus melakukan kebaikan, terus menerus berbagi perhatian dengan orang lain," kata Ibu Dewi sambil memendam air mata.
Ibu Dewi pun berharap untuk tidak merusak perasaan oranglain.
"Jangan merusak perasaan oranglain," tegasnya.
Artikel ini sudah dipublikasikan di TribunJatim.com
(*/Candraokey News)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Perhatikan pula berita atau detail tambahan yang ada di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan