Jokowi Lelah dengan PDIP, Puan: Waktunya untuk Refleksi Diri

Puan Maharani, Ketua DPP PDIP, merespons pernyataan Presiden keenamnya, Joko Widodo, yang menyebut dirinya sudah sabar meskipun kerap menjadi sasaran fitnah dan pencemaran nama baik dari beberapa keterangan yang dikeluarkan oleh sebagian anggota pengurus PDIP.

Menurut Puan, alih-alih menyalahkan atau mengganggu masalah terkait Jokowi, akan lebih baik jika kita melakukan refleksi diri. Dia sadar bahwa setiap orang pasti mempunyai kelemahan masing-masing.

"Kami semua tentunya adalah makhluk manusia yang tak luput dari kesalahan, kami memiliki sejarah masing-masing, namun mari kita selalu mengingat bahwa menciptakan kemajuan bagi negara bukanlah tugas individu saja, dan setiap orang pastilah pernah melakukan kesalahan. Tetaplah berpikir tentang cara meningkatkan nasib bangsa kedepannya," ungkap Puan Maharani saat berkomentar di Gedung Nusantara IV, Komples MPR/DPR RI pada hari Senin (17/3/2025).

Puan ragu-ragu saat dimintai keterangan tentang adanya delegasi dari Jokowi yang bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, guna menghindari pemecatan dari keanggotaan partainya yang memiliki logo banteng. Dia menganjurkan agar setiap pihak langsung berkonsultasi dengan orang-orang terkait seperti Jokowi atau mereka yang menyampaikan tuduhan itu.

"Pertanyaan itu sebaiknya ditujukan langsung ke orang tersebut," kata Puan.

Puan menyatakan dirinya enggan terlibat dalam perselisihan antara PDIP dengan Jokowi. Ia menegaskan bahwa permasalahan yang ada di Indonesia sekarang tak dapat terselesaikan secara mandiri. Menurutnya, oleh karenanya dibutuhkannya kolaborasi antar berbagai pihak serta bahu membahu bersama-sama dari semua komponen masyarakat.

"Cara kita membangun bangsa dan negara secara bersama-sama adalah hal yang penting. Kita tidak dapat melakukannya seorang diri; seluruh masyarakat harus ikut serta dalam proses pembangunan ini. Oleh karena itu, siapapun dengan ide atau pikiran positif bagi kemajuan negeri ini," ungkap Puan.

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tersebut menyebut bahwa proses membangun negeri kita bisa tercapai jika setiap orang mampu memiliki pemikiran optimis serta menghilangkan sikap prasangka negatif yang telah lama menjadi sumber perselisihan dalam masyarakat.

"Apalagi ini di Ramadhan, bulan yang penuh berkah, marilah kita berpikir positif dan kemudian ayo kita sama-sama bangun bangsa ini bersama-sama dengan berpikiran positif," tutup Puan.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم