jabar.CDRNEWS BANDUNG – Hujan lebat berintensitas tinggi pada hari Sabtu (15/3), dari sore hingga larut malam, mengakibatkan banjir di beberapa daerah di Kawasan Bandung Raya termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan juga mencapai Kabupaten Sumedang.
Menurut laporan Diskar PB kota Bandung, ada 25 hunian yang terpengaruh oleh banjir di daerah RT 01 dan 02 RW 07 kelurahan Cibadak, setelah adanya overflow dari sungai Citepus di jalanan Pagarsih serta Astanaanyar.
Di Jalan Baladewa, Kelurahan Pajajaran, air sungai Citepus pernah membanjiri pemukiman di RT 03 dan RT 05 RW 09 sebelum pada akhirnya meredanya. Di wilayah Astanaanyar dan Pagarsih tidak tercatat adanya korban jiwa atau warga yang harus dievakuasi.
Secara keseluruhan, di kota Bandung, karena curah hujannya yang sangat tinggi, mengakibatkan banjir bandang pada sungai-sungai Citepus dan Cikapundung sehingga berbagai daerah tenggelam dalam genangan air seperti area Braga, Pagarsih, Astanaanyar, Pasir Koja, Gempol Sari, Pajajaran, Tamansari (Nangkasuni), Antapani, Ranca Numpang, serta Babakan Ciamis.
Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, terjadi banjir disebabkan oleh overflow Sungai Cimeta yang menenggelamkan dua desa yaitu Desa Nyalindung di Kecamatan Cipatat serta Desa Margajaya di Kecamatan Ngamprah.
Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, total ada 20 rumah serta tiga tempat fasilitas publik yang mengalami dampak di Desa Nyalindung, ini meliputi juga sebuah jembatan yang menjadi koneksi bagi penduduk setempat.
Di Desa Margajaya, sebanyak 70 rumah terendam dengan kedalaman air antara 10 sampai 50 sentimeter, sedangkan di Desa Nyalindung ketinggian air bisa mencapai 40 hingga 300 sentimeter atau setinggi 3 meter.
Sebanyak 50 kepala rumah tangga terpengaruh di Desa Nyalindung, dan hingga kini tidak ada kabar tentang adanya korban meninggal. Di sisi lain, di Desa Margajaya, otoritas yang berwenang sedang mengumpulkan data.
Di Kabupaten Bandung Barat, banjir melanda underpass Padalarang (Ngamprah), sehingga mengakibatkan putusan aliran traffik di area tersebut.
Di wilayah Cimahi, penduduk melaporkan bahwa terdapat genangan air di area Cimindi. Kemudian, lokasi lain yang mengalami hal serupa adalah di sekitar Cigugur akibat arus sungai yang begitu kuat dan tiba-tiba. Meskipun kedalaman air tidak disebutkan cukup signifikan, namun kecepatannya dinyatakan sebagai sangat tinggi oleh masyarakat setempat.
Di Kabupaten Bandung, banjir dilaporkan melanda wilayah Dayeuhkolot, Bojongsoang, serta Majalaya dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Di wilayah Kabupaten Sumedang, terdapat laporan tentang banjir yang melanda Kecamatan Cimanggung dan menggenangi empat desa yaitu Cihanjuang, Sukadana, Sindanggalih, serta Sindangpakuwon. Dampaknya mencakup sekitar 200 KK yang terkena pengaruh dari kejadian tersebut.
Banjir pun diketahui telah melanda Kecamatan Jatinangor karena banjir bandang dari Sungai Cikeruh yang membuat arus lalu lintas sempat tertahan di Jalan Sayang, Jatinangor, serta merendam pemukiman warga setempat. (antara/jpnn)