Grup WhatsApp Koruptor Pertamina Disebut "Orang-Orang Senang," Anggota DPR: Hatikami Berduka

CDR News Grup WhatsApp para koruptor di Pertamina bernama Orang-Orang Senang.

Itu kemudian diinterogasi oleh anggota DPR RI.

Jika nantinya terbukti, hal ini dihargai sebagai pelanggaran serius dan berencana.

Berita Baik tentang Cederanya Pemain Australia Menguntungkan Indonesia, Perkiraan Formasi Tim Nasional Indonesia

Kejaksaan Agung sekali lagi membongkar dugaan skandal besar dalam kasus suap di Pertamina yang membuat banyak orang terkejut.

Penemuan baru-baru ini menunjukkan ada grup WhatsApp (WA) yang dicurigai memuat sejumlah pelaku korupsi terkait dengan kasus itu.

Kelompok bernama 'Orang-Orang Senang' itu diyakini sebagai wadah bagi para perusuh untuk menuangkan informasi dan merencanakan tindakan mereka bersama-sama.

Foto Terakhir Sebelum Brigadir Ade Kurniawan Dicapai Kasus Mengcekik Anaknya hingga Meninggal Dunia, Ibunya Tinggalkan Lokasi 10 Menit

Anggota Komisi VI DPR RI yang berasal dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, merasa sangat terkejut ketika mendengar kabar tersebut.

Malahan, dia menyatakan bahwa dirinya kesulitan untuk tertidur setelah menerima berita itu.

"Hati kita menetes air mata, Bapak," kata Mufti Anam saat menghadiri sidang DPR yang ditayangkan langsung oleh TVR Parlemen pada hari Selasa, 11 Maret 2025.

Mufti Anam menyatakan bahwa apabila dugaan kerugian negara memang mencapai sejuta miliar rupiah, hal itu tidak lagi merupakan kasus korupsi biasa.

Dia menggambarkannya sebagai "orkestrasi kriminal totalitarianisme" yang dijalankan dengan teratur dari awal hingga akhir dan sudah berjalan selama bertahun-tahun.

"Bila memang demikian, ini merupakan sebuah kejahatan yang lengkap, besar-besaran, dan berencana. Tidak hanya merugikan bangsa, tetapi juga menimbulkan penderitaan pada masyarakat," tandasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa skandal ini mencerminkan pengkhianatan kepada masyarakat yang selama ini mempercayakan pengelolaan keuangan negara kepada para pejabat dan pengusaha yang seharusnya bertanggung jawab.

Bobon Santoso yang Baru Masuk Agama Islam, Ini Latar Belakang Kariernya sebagai YouTuber dari Singkawang

Salah satu aspek yang sangat mengagetkan adalah adanya kelompok WhatsApp bernama 'Orang-Orang Senang'.

Kelompok ini diyakini dipergunakan oleh penjahat sebagai sarana komunikasi, memperingati kesuksesan mereka, serta bahkan menertawakan skenario yang telah mereka buat.

"Tadi malam kita dengar kabar itu dari teman kita yang membagikannya di grup Komisi VI. Kami sangat sedih mendengarnya, Bapak," ujar Mufti Anam dengan nada patah hati.

Dia sangat terkejut menyaksikan beberapa orang yang secara sengaja melakukan tindakan buruk, namun mereka masih melakukannya dengan sombong dan seolah-olah menari di atas kesedihan masyarakat.

"Naudzubillah, Bapak. Mereka tahu bahwa mereka sedang berperilaku maling. Mereka tidak hanya mengambil uang negara, tetapi juga menipu warga kami," katanya dengan marah.

Masih Terus Diusut

Kejaksaan Agung tetap mengekspos dugaan suap dalam pengelolaan minyak bumi mentah serta hasil produksi kilang di PT Pertamina, termasuk anak perusahaannya dan para mitra kerjasamanya melalui kontrak KSO dari tahun 2018 hingga 2023.

Pada kelanjutan penyelidikan kasus tersebut, Kejaksaan Agung juga mengambil langkah dengan mengeksaminasi beberapa saksi lagi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menjelaskan, empat orang saksi yang diperiksa penyidik yakni MM selaku Manager Quality System & Knowledge Management PT Kilang Minyak Internasional.

Selanjutnya terdapat IPG sebagai VP PSO Management di Direktorat Keuangan PT Pertamina (Persero), AEU berperan sebagai Manager Contract & Settlement di PT Pertamina Patra Niaga, serta VY menjabat sebagai Sr Expert Trader dalam Divisi Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga untuk periode 2021 hingga 2023.

FAKTA BARU Brigadir Ade Cekik Bayinya di Mobil, Ternyata Hasil Hubungan Gelap Dengan Mahasiswi

"Memeriksa 4 orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah," kata Harli dalam keterangannya, Selasa (11/3/2025) dikutip dari Tribunnews.com.

Harli menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dijalani pada Senin (10/3/2025) lalu bertujuan untuk menyelesaikan dokumen kasus terduga Yoki Firnandi serta rekannya.

Namun, dia tidak memberikan penjelasan tambahan tentang informasi apa yang ditemukan melalui kesaksian mereka.

Artikel ini sudah dipublikasikan di Tribungorontalo.com

(*/CDR News)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Perhatikan pula berita atau info tambahan di Facebook , Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم