Figur Tertinggi Militer dengan Gelar Jenderal Bintang Dua, AHY Sambangi Menteri Koordinator Infrastruktur di Seskoad

CDR News Sosok Mayor Jenderal Edwin Adrian Sumantha, seorang jenderal berbintang dua, menyambut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

AHY diajak berbicara di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

AHY memiliki ingatan yang kuat tentang Seskoad.

Dulu Seskoad jadi kantor ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada waktu itu, AHY baru saja menempati bangku sekolah menengah pertama.

"Sebelumnya, saya sempat menetap di tempat ini ketika Pak SBY masih berprofesi sebagai dosen. Di masa SMP, saya dan adik saya, @ibasyudhoyono, serta tentu saja ibunda kami yang telah tiada, Ibu Ani, memiliki kenangan indah dalam lingkungan ini," demikian catatan AHY melalui Instagram-nya pada Senin (10/3/2025).

AHY diterima dengan hangat oleh Mayjen Edwin Adrian Sumantha yang lebih senior darinya di AKMIL.

AHY lulusan Akmil 2000.

Mayjen Edwin Adrian Sumantha, yang merupakan alumni Akmil tahun 1997, adalah seniornya AHY di akademi tersebut dengan selisih tiga angkatan.

Berikut profilnya:

Mayor Jenderal Edwin Adrian Sumantha merupakan salah satu jenderal muda yang memiliki karir gemilang.

Dia adalah alumni Akademi Militer tahun 1997.

Edwin Adrian Sumantha adalah perwira ke tiga dalam kelasnya dari Akademi Militer tahun 1997 dan ia memegang pangkat dengan dua bintang.

Dia seangkatan dengan Pangdam V Brawijaya Mayjen Rudy Saladin serta Komandan Satuan Paspampres Mayjen Achiruddin Darojat.

Mereka menjadi bintang naik daun di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Gelar profesor tercapaikan sebelum mencapai usia 50 tahun.

Edwin Adrian Sumantha diharapkan akan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.

Laki-laki yang lahir di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 1975 tersebut memiliki latar belakang dari Kopassus.

Ketika menjabat sebagai kolonel, Edwin Adrian Sumantha pernah diandalkan untuk mengabdi sebagai asisten kepada wakil presiden ke-12, yaitu Jusuf Kalla.

Setelah bekerja sebagai asisten, kariernya yang dipimpin oleh Edwin Adrian Sumantha semakin cemerlang.

Segera kemudian, dia pada akhirnya meledak sebagai supernova.

Berikut profilnya

Menurut informasi di Wikipedia, Edwin Adrian Sumantha (kelahiran 23 Oktober 1975) adalah seorang perwira senior Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat yang telah menjabat sebagai Kepala Akademi Militer Sebagaian Tugasnya mulai tanggal 31 Oktober 2024.

Edwin, yang keluar dari Akademi Militer di tahun 1997, berasal dari cabang Infanteri khususnya Kopassus.

Posisi terakhir dari jendral berbintang dua tersebut adalah sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Karier

Dia adalah seorang perwira infanteri dengan kepintaran serta peduli yang mendalam terhadap tempat bertugasnya.

Ini ditunjukkan oleh sejumlah pencapaian yang sudah diraihnya.

Belakangan ini dia mendapat apresiasi pada Kompetisi Menulis Esai yang melibatkan semua perwira Angkatan Darat TNI.

Karya tulis itu adalah hasil pengamatannya saat menjabat sebagai Dandim atau Komandan Komando Distrik Militer di Jakarta Pusat.

Edwin terbilang sukses melaksanakan tugas pada jabatan tersebut yang dibuktikan dengan situasi Jakarta yang kondusif sehingga event-event berskala nasional seperti Asian Games dapat berjalan lancar dan aman.

Akan tetapi, tindakan protes massal yang berlangsung selama masa jabatannya sebagai Dandim berhasil diatasi secara efektif hingga tak ada goncangan apa pun yang menciderai kesiapan keamanan daerah Ibu Kota.

Sebagai hasil dari kesuksesannya itu, dia selanjutnya menerima penghargaaan secara langsung dari Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.

Beberapa pencapaian tersebut tentu saja tak lepas dari kemampuan intelektual yang dikembangkannya dengan berkelanjutan selama bertugas di unit Sandi Yudha Kopassus.

Kemampuan luar biasa milik Edwin Adrian Sumantha telah nampak jelas saat dia menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil), tempat dirinya pernah menyandang posisi sebagai Ketua Batalyon Korps Taruna Akmil.

Setelah diangkat sebagai Letnan Dua pada tahun 1997, dia bergabung dengan unit elit Kopassus sampai mencapai pangkat Letnan Kolonel. Mengandalkan bakat dan pencapaian luar biasa yang dimiliki, individu tersebut kemudian mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI untuk bekerja sebagai ajudan bagi Wakil Presiden Republik Indonesia.

Karier Militer

Berkarir dalam bidang militer telah menjadi tujuan utama sejak lulus dari Akademi Militer dan disumpah sebagai perwira Angkatan Darat TNI pada tahun 1997.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer, ia resmi menjadi anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dari tahun 1998 hingga 2011, dia melayani di Grup-4 Kopassus yang saat ini sudah berubah namanya menjadi Grup-3 Kopassus.

Di antara akhir tahun 2011 sampai November 2012, Kolonel Inf Edwin bertugas di Makopassus dengan posisi sebagai Pabandya Lidgal Sintel Kopassus.

Selanjutnya Kolonel Inf Edwin menjabat sebagai Danyon 31 Grup 3 Kopassus dan kemudian menjabat Komandan Pengamanan Pribadi Presiden RI (Paspampres).

Pada Juli 2014 Kolonel Inf Edwin pernah menjabat sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat Diarsipkan 2015-12-22 di Wayback Machine., selanjutnya menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri 1Pengaman Ibu kota/Jaya Sakti Kodam Jaya.

Kemudian ia dipercaya oleh Pimpinan TNI AD untuk menjabat kembali sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat. ia adalah perwira yang pertama kali dan satu-satunya yang berhasil menjabat Dandim di Jakarta Pusat sebanyak dua kali.

Pendidikan dan Tugas Operasi Militer

Kolonel Inf Edwin A.S sudah menyelesaikan berbagai macam pendidikan dasar umum, dimulai dengan Pendidikan Sarjana Cabang HUB, Sarcabif, dan Selapaif hingga melanjutkan ke program Sesko di New Zealand Joint Command and Staff Course No.52 pada tahun 2011. Pelatihan ini dihadiri pula oleh wakil-wakil dari 12 negara lainnya.

Berikutnya, dia sudah mengikuti kursus untuk Danyon dan Dandim. Untuk pendidikan pengembangan keterampilannya di bidang keahlian, ia pernah menjalani Pelatihan Prajurit, Pelatihan Komando, Sandi Yudha, Kelas Instruktur Lompatan, Intelijen Sarpa TNI, Analisis Intelijen, serta beberapa pelatihan terkait misi operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tingkat pendidikan terakhir yang ia selesaikan adalah Post Graduate Diploma of Art dari Massey University di Selandia Baru.

Sebagai anggota dari satuan elit Kopassus, ia terus meningkatkan serta mempertajam keahliannya lewat pelaksanaan aneka misi militer. Ia telah memiliki pengalaman bertugas di wilayah konflik seperti Papua dan Aceh. Tak hanya itu, dia juga sempat ditugaskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bekerja sebagai Military Observer atau Pengamat Militer di Georgia yang merupakan negara di kawasan Eropa Timur.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم