Dipecat sebagai Menteri,Satryo Brodjonegoro Sebut Prabowo Alergi Demo,Menteri Pigai Bilang Begini

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan suatu pernyataan yang lumayan membuat heran usai secara resmi berhenti dari jabatan sebagai menteri.

Satryo Soemantri Brodjonegoro sebelumnya adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek).

Prabowo memecatnya dari jabatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) pada hari Rabu, 19 Februari 2025.

Artinya Satryo Soemantri Brodjonegoro cuma bekerja 4 bulan sebagai menteri. Belum diketahui alasan pemecatan putra almarhum Soemantri Brodjonegoro.

Namun pastinya Satryo Soemantri Brodjonegoro dianggap tidak memiliki ritme bekerja yang sama dengan menteri kabinet Merah-Putih.

Sebelum dipecat, mantan direksi Mendikti bidang saintek ini pernah digrebek oleh bawahannya sendiri lantaran dianggap terlalu otoriter.

Setelah diberhentikan dari posisinya, Satyro Soemantri Brodjonegoro mengeluarkan pernyataan yang cukup mencolok.

Dia menyebut bahwa Presiden Prabowo alergi dengan demonstrasi.

Pernyataan tersebut dilontarkan Satryo dalam sebuah wawancara eksklusif dengan salah satu media yang ditayangkan di YouTube pada Jumat (7/3/2025).

Pernyataan yang disampaikan oleh Satryo tersebut berkaitan dengan dua demonstrasi, yakni aksi unjuk rasa para PNS dari Kemendikti Saintek terhadapnya serta protes mahasiswa tentang sistem pembayaran uang kuliah tunggal.

Menteri HAM Natalius Pigai Tolak Klaim Satyro

Menurut laporan Antara, Menteri HAM Natalius Pigai menyangkal klaim yang disampaikan oleh Satyro Brodjonegoro.

Ia menyebut bahwa apa yang dilontarkan Satryo merupakan pernyataan sepihak dan tidak bisa dipercaya.

"Bila itu adalah pernyataan satu pihak, jangan mudah mempercayainya. Jangan sampai terpengaruh selama belum ada informasi yang berimbang dan komprehensif," ujar Pigai saat menghadiri konferensi pers di kantor Kemendagri, Jakarta, pada hari Selasa, 11 Maret 2025.

Dia juga menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak keberatan terhadap protes yang diadakan oleh warga negara Indonesia.

"Menunjukkan perjuangan di jalan parlemen. Boleh saja itu. Memang ada apa jika tidak diperbolehkan? Alergi mungkin? Mengapa alergi?" ujar Pigai.

Sebagai orang yang terlibat dalam jejak karir politik Presiden Prabowo, dia menyatakan bahwa sang presiden tidak memiliki penolakan terhadap unjuk rasa.

"Apakah kita tidak melapor tentang seorang pun? Kita selalu biasa-biasa saja. Hanya demo, terutama (warga yang-demo, red) dalam demo," paparnya.

Kontroversi Mantan Menteri Saintek Satryo Brodjonegoro

Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah mantan menteri Mendikti Saintek yang diangkat saat pembukaan Kabinet Merah Putih pertama kali di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Figurnya mendapat perhatian saat pegawai negeri sipil dari Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Teknologi bidang sains dan teknologi melaksanakan protes pada Senin (20/1/2025).

Menurut laporan di Kompas.com, para pejabat negeri dari Kemendikti Saintek melakukan unjuk rasa untuk menegaskan bahwa mereka tidak bekerja untuk kepentingan pribadi Mendiket Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro serta istrinya.

Protes tersebut juga diadakan sebagai bentuk penentangan atas tindakan seenaknya yang diklaim oleh Satryo telah dilakukan.

Hanya Bekerja Selama 4 Bulan, Satyro Soemantri Brodjonegoro Mengatakan Dirinya mundur Bukan Karena Dicaplok

Di samping itu, Satyro pun menjadi sorotan akibat masalah tunjangan kinerja bagi dosen PNS yang masih belum kunjung dijalankan.

Pertikaian mengenai efisiensi anggaran pernah menarik perhatian Kemendikti Saintek berkaitan dengan alokasi dana Kartu Integritas Pendidikan (KIP) yang diklaim bakal berimbas negatif.

Meskipun Satyro mengonfirmasi bahwa KIP tidak akan dikurangi, mahasiswa sudah terlebih dahulu menampilkan respons mereka.

Polemik alokasi anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa dan KIP Kuliah menjadi salah satu poin tuntutan mahasiswa saat berdemonstrasi di kawasan Monumen Nasional, Senin (17/2/2025).

Mahasiswa menilai kebijakan efisiensi anggaran di Kementerian Pendidikan dan Teknologi Ilmu Pengetahuan (Saintek) bisa mengurangi dana pendidikan yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya kuliah UKT.

Setelah kisruh tersebut, Presiden Prabowo diketahui melakukan reshuffle kabinet dan mengganti posisi Mendikti Saintek dengan melantik Brian Yuliarto pada Rabu (19/2/2025).

Belakangan, Satryo memberikan klarifikasi bahwa dirinya bukan dipecat, melainkan mengundurkan diri dari posisi Mendikti Saintek.

Menurut laporan dari Antara, Satyro menyatakan bahwa alasan pengunduran dirinya adalah karena usaha yang telah dilakukannya dalam empat bulan terakhir belum memenuhi ekspektasi pemerintah.

"Karena bisa jadi tak memenuhi ekspektasi pemerintah, maka lebih baik saya mengundurkan diri daripada dipecat," ungkap Satryo.

Mengaku Mundur bukan Dipecat

Presiden Prabowo menghapus Satyro Soemantri Brodjonegoro dari posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Mendikti Saintek).

Belum jelas alasannya mengapa Prabowo telah memberhentikan anak dari Soemantri Brodjonegoro.

Tetapi sebelum melaksanakan reshuffle kabinet, Prabowo menyebutkan bahwa terdapat beberapa menteri yang tugasnya tidak selaras dengan visi kabinet merah-putih.

Prabowo memperingatkan menterinya untuk berperforma optimal guna membahagiakan rakyat, ancamannya adalah pemecatan jika tidak sesuai harapan.

Ia mengatakan beberapa hari yang lalu bahwa jika seseorang tidak dapat bekerja dengan baik, maka dia akan dihapus.

Sekarang sudah jelas siapa tokoh yang dinilai tak seras dengan cabang berwarna merah dan putih tersebut.

Setelah mengalami reshuffle, Soemantri Brodjonegoro dengan cepat menyatakan pendapatnya tentang dirinya yang telah direshuffle.

Dia menyatakan lebih suka mundur daripada dipecat dari posisi sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Mendikti Saintek).

Dia juga mengakui bahwa prestasinya dalam empat bulan terakhir ini belum sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah.

"Terutama karena saya telah berusaha ekstra selama empat bulan terakhir. Tetapi mengingat bahwa hasilnya mungkin belum memenuhi ekspektasi pemerintah, lebih baik bagi saya untuk menyudahi kontrak sebelum di-PHK," jelas Satyro di ruang kerjanya.

Posisinya saat ini disita oleh Brian Yuliarto setelah dia dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada hari Rabu, 19 Februari 2025.

Satryo sudah menyusun surat pengundurannya di saat larut malam kemarin. Ia segera mengantarkan surat tersebut ke Kementerian agar bisa diteruskan kepada Presiden Prabowo.

"Saya menyampaikan pengunduran diri. Harusnya kita ikhlas ya. Kami bekerja dengan baik dan sebaik mungkin tanpa harapan balasan, sepenuh hati kami menjalani pekerjaan ini. Jika tidak sesuai, lebih baik mundurlah," ujarnya.

Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah menteri pertama yang mengalami reshuffle di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Artikel ini sudah dipublikasikan di Kompas.com

Peroleh informasi tambahan melalui CDR Newsvia di channel WhatsApp Anda. di sini

Lihat berita lain tentang CDR Newslainya di Google News

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post