Banjir di Sukabumi Merusak Ratusan Rumah dan 16 Jembatan Antar Desa

Candraokey News , Jakarta - Rumah-rumah serta fasilitas umum mengalami kerusakan disebabkan oleh banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menghitung total rumah yang rusak karena banjir Sukabumi Catatan menunjukkan ribuan unit mengalami kerusakan dari ringan sampai parah.

Menurut informasi yang diterima oleh BNPB dari petugas medan, terdapat total 150 rumah dengan kerusakan ringan, 110 rumah mengalami kerusakan sedang, serta 95 hunian lainnya menderita keruskan parah akibat bencana tersebut. "Untuk mempercepat proses tanggap darurat dalam situasi ini di wilayah kabupaten Sukabumi, dinas PUPR lokal sudah menyediakan peralatan berat untuk membantu," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari lewat rilis sah-nya pada hari Senin tanggal 10 Maret tahun 2025.

Dari data kerusakan infrastrukturnya, tercatat adanya tiga buah jembatan dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang dan tiga buah lagi mengalami kerusakan parah. Satu fasilitas kesehatan juga mendapat dampak dari bencana ini dengan kondisi kerusakan sedang. Di samping itu, total ada 27 lokasi jalan yang terpengaruh oleh kejadian tersebut, selain itu pula 16 titik jembatan penyeberangan antar desa turut mengalaminya.

Muhari menyebut bahwa BNPB beserta dengan kementerian dan Pemkab Bogor telah mendirikan tiga titik posko siaga untuk mempercepat respons terhadap bencana alam berupa banjir yang disebabkan oleh fenomena cuaca lembab tersebut. Posko utama dibangun di Pendopo Pemerintahan Kabupaten Sukabumi, sedangkan posko lapangan berada di Pelabuhan Ratu, dan tempat untuk stok barang adalah di kantor BPBD Kabupaten Sukabumi.

Persediaan makanan cepat saji, air minum dalam kemasan, selimut, kasur lipat, peralatan kebersihan, serta kotak sediaan higiene menjadi bagian dari bahan bantuannya yang sangat diperlukan. Barang-barang tersebut penting bagi para pengungsi, terlebih lagi untuk mereka yang melarikan diri tanpa bantuan orang lain.

BNPB mengumumkan bahwa banjir yang melanda lebih dari dua puluh desa di 22 kecamatan tersebut telah berkurang. Pihak setempat, yakni Pemkab Sukabumi, menunjuk tiga wilayah sebagai zona tanggap darurat, terdiri atas Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, serta Kecamatan Lengkong.

Menurut laporan yang dikeluarkan BNPB sebelumnya, terdapat lima orang tewas dan empat lainnya dilaporkan menghilang selama operasi pencarian yang dijalankan tim SAR bersama dalam insiden banjir Sukabumi tersebut.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم