Berita CDR Laga yang memanas baik dari segi teknikal maupun mental harus dilalui dua pemain ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, ketika bermain pada ronde awal All England Open 2025.
Psywar dirasakan oleh Muhammad Shohibul Fikri atau Daniel Marthin ketika menghadapi pasangan unggulan pertama dari Denmark, yaitu Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen.
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (11/3/2025), di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, menyaksikan beberapa perseteruan intens terjadi.
Kim Astrup menjadi lakonnya.
Sebagai ilustrasi, sang pemain kiri yang telah menginjak usia 33 tahun itu beberapa kali menjulurkan jarinya ke depan bibir ketika Fikri bersaksi dengan menyampaikan permohonan maaf atas tindakan lepaskan tembakan keras menujuarahnya.
Beberapa saat setelah itu, giliran Daniel yang menjadi marah ketika mencoba untuk menerima umpan silang dari Astrup namun tidak berhasil menyempurnakannya.
Ingin digandeng oleh Daniel menggunakan tangannya, tapi malah ditepikan dan dipisahkan darinya. Mata Daniel memancarkan tatapan tajam ketika tongkat itu diserahkannya padanya.
Secara moral, peserta yang kalah pada suatu lomba seharusnya menyerahkan balik bola ke lawan mereka.
Walaupun begitu, letak koki pada waktu peristiwa tersebut berada di area antara tepi dua pihak yang bersamaan. Umpire meminta Daniel agar tetap tenang dan mengingatkan Astrup.
Pertandingan yang sengit pada akhirnya dimenangkan oleh atlet dari Indonesia.
Dengan skor akhir 22-20, 21-18, Fikri/Daniel berhasil menutup kemenangan dan melanjarkan catatan buruk Astrup/Rasmussen di awal tahun ini.
Terkait tekanan yang terjadi di lapangan, Daniel melihat hal itu sebagai bagian dari permainan.
"Ada momen psywar Dari Kim Astrup tadi dan hal tersebut memang sudah umum," kata Daniel pasca pertandingan melalui Tim Humas dan Media PBSI.
Sudah familiar bagi saya. Pada akhir laga pun kita berjabat tangan dan bertukar kebaikan. respect seperti tidak ada halangan," tambahnya.
Pasangan tersebut masih bertukar sapaan dengan senyum lebar usai permainan.
Untuk masalah pertandingan, Fikri/Daniel merasa berterima kasih atas hasil kemenangan mereka karena permainan yang ketat serta menghadapi lawan yang sulit dijungkirbalikan.
Tepat saat menghadapi momen yang membahayakan, Fikri/Daniel berhasil bertahan ketika pasangan unggulan Denmark sukses merubah situasi dari skor 16-19 menjadi poin permainan 20-19.
Pada game awal ketika kita unggul 19-16, kami kehilangan banyak poin sehingga berakhir dengan tertinggal. Syukur masih dapat mengembalikan semangat dan persiapannya lagi. Alhamdulillah akhirnya berhasil unggul.
"Dalam pertandingan kedua, mereka tampil jauh lebih baik sehingga kami merasakan tekanan, namun kami mencoba membangkitkan semangat dengan strategi yang telah disiapkan, dan ternyata berhasil," kata Daniel.
Fikri menyahut, "Kita mampu meraih kemenangan dengan memusatkan diri pada strategi permainan kita sendiri."
Kesalahan Fikri/Daniel menjamin bahwa satu atlet Indonesia telah mengamankan posisi di babak delapan besar Kejuaraan Terbuka All England 2025.
Karena itu, mereka akan bertarung melawan saudara sebangsa yaitu Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang turut mencapai kemenangan tersebut.
Melihat catatan head-to-head, Fikri dan Daniel bertekad untuk membalas kekalahan mereka atas Leo/Bagas yang terjadi pada babak semi final turnamen Korea Open 2025 lalu.
Pada saat tersebut, Fikri/Daniel mengalami kekalahan dengan skor 9-21 dan 14-21 melawan Leo/Bagas, yang pada akhirnya menjadi pemenang di turnamen Korea Open.
"Sudah pasti kami menginginkan balasan, oleh karena itu kita harus lebih berfokus pada peningkatan aspek-aspek yang masihkurang dalam pertandingan hari ini supaya dapat tampil lebih baik di kemudian hari," ungkap Daniel.