Mendengarkan musik untuk anak menjadi suatu kegiatan biasa bagi banyak orangtua. Di luar sifatnya yang menghibur, rutinitas ini dianggap memberikan berbagai manfaat kepada si anak.
Lagu anak-anak pun bisa dijadikan sebagai alat pendidikan yang mendidik bagi Si Kecil, Bunda. Melihat hal tersebut, Kemendikdasmen lewat Direktorat Guru PAUD dan PNF mengeluarkan program bernama Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini atau dikenal dengan sebutan KICAU.
Proyek KICAU dirancang untuk menguatkan pembelajaran moral anak-anak mulai dari usia muda lewat lagu-lagu yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan mereka. Berdasarkan sudut pandang ilmu kejiwaan, musik khusus anak memiliki dampak positif pada beberapa aspek pengembangan si anak.
Fungsi Lagu Anak dalam Mempengaruhi Aspek Perkembangan Buah Hati
Baca lebih lanjut uraian di bawah ini:
1. Sisi pemikiran dan komunikasi
Satu sumbangan penting dari lagu-lagu anak bagi pertumbuhan Anak Kecil ini adalah mengaktifkan kecerdasan kognitif mereka. Studi telah membuktikan bahwa musik, termasuk jenis lagu untuk anak-anak tersebut, bisa memperkuat kapabilitas ingatan, penguasaan bahasa, serta fokus si buah hati Anda.
|
55 Koleksi Lagu Anak-Anak Paling Komplit dan Disukai Sepanjang Zaman Serta Teksnya
|
Jurnal tentang musik dan akuisisi bahasa awal menyebutkan bahwa musik yang terorganisir dengan baik bisa mendukung perkembangan anak dalam memiliki kemampuan pendengaran yang lebih efektif, hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan kapabilitas bahasa mereka. Berdasarkan sisi bahasa, lagu-lagu untuk anak-anak bermanfaat bagi penguasan vocabulari baru, pembelajaran struktur kalimat, serta pengerasan kebolehan fonetika atau suara-suara kata.
Berdasarkan studi tentang hubungan antara ketrampilan musikal, pemrosesan fonologis, dan kemampuan baca tulis dini pada anak usia pra-sekolah, disebutkan bahwa anak-anak yang rutin mendengar musik memiliki pertambahan nyata dalam kecakapan literasi awal seperti mengidentifikasi suara dan memahami bagaimana menyampaikan kata-kata secara tepat. Tambahan pula, lagu-lagu berbahasa dwibahasa ataupun liriknya menggunakan kosakata yang rumit dapat mendorong perkembangan aspek bahasa mereka menjadi lebih luas serta merangsang kapabilitas belajar bahasa kedua mereka.
2. Bidang Sosio-Emotional
Menurut studi tentang joint music making promotes prosocial behavior in 4-year-old children, menyanyikan lagu anak bersama-sama di grup dapat membantu anak-anak mempelajari sikap saling berbagi, kerja sama, serta meningkatkan kemampuan mereka untuk merasakan empati.
Sebaliknya, musik turut mendukung pengaturan emosi pada anak-anak. Studi dari buku The Neurochemistry of Music melaporkakan bahwa irama lagu yang pelan mampu menciptakan rasa tenang serta membantu mereka meredam tekanan atau ketidaknyamanan dan sekaligus meningkatkan sekresi dopamin yang berhubungan dengan sensasi kegembiraan.
Lagipula, lagu-lagu yang menyampaikan pesan positif bisa meningkatkan kepercayaan diri si anak serta mendukung mereka dalam mengartikulasikan emosi lewat irama Musik.
3. Unsur Persepsi dan Gerak
Irama dan nada pada lagu-lagu untuk anak-anak memudahkan mereka dalam mengenal pola-pola suara serta meningkatkan kepekaan indranya. Sesuai dengan penelitian dari "Music Training for the Development of Auditory Skills", paparan terhadap musik di usia muda dapat merangsang kemampuan pendengaran secara efektif. Ini sangat penting bagi pertumbuhan percepansi auditori dan skill mendengarkan yang lebih baik.
Selanjutnya, lagu-lagu untuk anak-anak bisa memacu pertumbuhan kemampuan motorik mereka secara kasar maupun halus. Alunan musik dengan irama tertentu menggiring pergerakan terstruktur seperti tepukan tangan dan dansa, yang pada gilirannya melatih koordinasi serta keseimbangan tubuh.
Menurut hasil studi tentang "Keterlibatan Ritmis dengan Musik pada Masa Infantil", terungkap bahwa lewat bernyanyi, si kecil pun mampu belajar merespons irama musik dengan pergerakan fisik mereka. Kegiatan semacam itu akan memperkokoh ikatan di antara area-area otak yang bertanggung jawab atas persepsi sensorimotor, hal ini sangat vital bagi pengembangan kemampuan motorik lanjutan seperti tulis-menulis, menggambar, serta memainkan instrumen musik.
Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari penggunaan lagu anak dalam tumbuh kembangnya buah hati Anda. Mulailah saat ini dengan teratur memutar lagu-lagu anak sebagai metode pendidikan yang seru dan menarik bagi mereka.
Lirik lagu beserta pengertian norma sosial dan kebudayaan
Lagu untuk anak-anak turut mendidik tentang aturan sosial dan kebudayaan. Jurnal akademis berjudul "Songs in Their Heads: Musik dan Maknanya dalam Kehidupan Anak" menjelaskan bahwa saat anak-anak bernyanyi lagu tradisional atau lagu yang menekankan tata krama, hal itu membantu mereka memahami nilai-nilai budaya serta etika di tengah masyarakat. Melalui lagu-lagu tersebut, konsep identitas budaya diperkenalkan dan ikatan anak terhadap warisan budayanya pun semakin kuat.
Berikutnya, orangtua serta guru bisa menyisipkan musik ke dalam jadwal sehari-hari demi mendukung proses belajar si anak. Sebagaimana yang dijelaskan pada studi berjudul 'A Developmental Perspective on Musical Engagement in Young Children from Infancy to School Age', nyanyian bisa diterapkan saat perpindahan dari satu kesibukan ke lainnya; misalkan dengan menggunakan lagu "Clean Up Song" agar buah hatimu terbiasa membersihkan mainannya sendiri. Tambahan pula, melodi-melodi ini juga cocok dimasukkan dalam waktu khusus belajar guna mendorong pemahaman mereka tentang materi pelajaran secara lebih cepat.
Standar penentuan lagu yang sesuai untuk anak usia dini
Saat menentukan pilihan lagu bagi anak usia dini, terdapat sejumlah aspek penting yang harus dipertimbangkan sesuai dengan teori perkembangan kognitif serta bahasa:
1. Lirik yang mudah dan terus diulang
Berdasarkan teori pemrosesan bahasa, proses pembelajaran bahasa pada anak dilakukan melalui identifikasi dan pengejawantahan pola tertentu. Lagu-lagu yang memiliki lirik mudah dipahami dan bersifat berulang sangat efektif dalam mendukung perkembangan perbendaharaan kata dan penguatan vocabularies mereka. Penelitian tentang Peranan Musik Dalam Pengambilan Bahasa Awal telah menyampaikan bukti bahwa musik mampu merangsang kemajuan dalam hal pelajaran bahasa lewat pendayagunaan nada suara yang terus-menerus dan irama yang stabil.
2. Lagu dengan melodi yang berubah-ubah namun tetap terdengar jernih
Perubahan dinamis atau fluktuasi pada sesuatu dapat membuat hal tersebut menjadi lebih menarik untuk diketahui oleh anak-anak serta bisa meningkatkan konsentrasi mereka terhadap pelajaran bahasa. Menurut penelitian dari Psikologi Musik, menyanyikan lagu-lagu bernada tegas seperti lagu rakyat anak-anak ternyata lebih bermanfaat dalam menguatkan pemahaman tentang struktur suara kata-kata kepada si kecil daripada mendengarkan lagu berirama datar.
3. Keterlibatan gerakan fisik
Lagu-lagu yang mendorong anak-anak untuk aktif bergerak seperti "Head, Shoulders, Knees, and Toes" atau "Kepala, Puncak Bahu, Siku, dan Jari-jemri tangan" membantu pengembangan koordinasi fisik sambil memperkokoh hubungan antara pikiran dan tubuh saat mereka sedang belajar. Berdasarkan prinsip dari pengetahuan terbodifikasi, aktivitas belajar lewat permainan gerakan ini dapat menambah tingkat pemahaman serta daya ingat si kecil.
4. Isi emosi yang positif
Lagu yang memiliki pesan optimis bisa mempercepat pertumbuhan aspek sosial-emosional pada anak. Menurut hasil dari penelitian berjudul "The Effect of 'Sad' and 'Happy' Background Music on the Interpretation of a Story in 5 to 7-Year-Old Children", disebutkan bahwa balita hingga kanak-kanak kecil yang rutin mendengarkan musik bernada positif cenderung mengalami kemajuan di bidang belas kasihan serta bakat bersosialisasi. Selain itu, irama nada musik pun mampu meredam perasaan negatif dan menciptakan suasana tenang bagi pendengarnya.
Hubungan antara irama dari sebuah lagu dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan berkembang biak individu
Lagu dengan kecepatan tinggi sekitar 120 BPM dapat memperkuat gerakan motorik serta konsentrasi pada anak. Menurut penelitian berjudul "The Impact of Music and Movement Interventions on the Development of Fundamental Motor Skills in Early Childhood," diketahui bahwa buah hati yang mendengarkan musik bergaya cepat cenderung lebih lincah secara fisikal dan semakin termotivasi untuk ikut serta dalam interaksi sosial.
Lagu yang memiliki kecepatan moderat hingga lambat (antara 60 sampai 80 cetak per menit atau BPM) cenderung lebih bermanfaat dalam meredakan suasana hati seorang anak serta mendukung pengaturan emosinya. Beberapa studi di bidang Psikologi Musik telah mengindikasikan bahwa nada-nada dengan ritme pelan ini dapat pula meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mencerna informasi dan memahami arti dari kata-kata tersebut, berkat peningkatan konsentrasi mereka terhadap lirik-liriknya.
Anak-anak membutuhkan kesetimbangan di antara lagu-lagu yang berdetak cepat dan lambat tergantung pada keperluan mereka. Musik bergaya cepat bisa dipergunakan selama melakukan aktifitas gerakan atau interaksi sosial, sementara itu irama lebih pelan cocok untuk jeda tenang maupun momen belajar yang butuh perhatian penuh.
Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Ibu dan Bapak untuk menyediakan rangsangan berupa lagu-lagu anak yang cocok dengan tahapan umurnya. Juga pastikan bahwa si Kecil tidak mengonsumsi musik atau lirik yang tak pantas atau pendidikan. Terus semangat dalam menemani pertumbuhan buah hatimu, Bu.
|
Pilihan Redaksi
|
Untuk Bunda-bunda yang ingin berbagi pengalaman seputar parenting sambil memiliki kesempatan untuk memperoleh banyak hadiah, silakan bergabung dengan komunitas CandroaKey NewsSquad. Untuk mendaftar, cukup klik link ini. SINI . Gratis!
20 Rekomendasi Lagu Anak Indonesia yang Digemari untuk PAUD dan TK
25 Lagu Anak TK Bersama dengan Buah Hati, Menyenangkan untuk Disuarakan Secara Bergabung
15 lagu penenang tidur buat anak serta liriknya, bikin mudah terlelap