Rutin Konsumsi Alpukat: Solusi untuk 8 Penyakit Ini!

Candraokey News - Alpukat terkenal karena mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti lemak tak jenuh serta zat antosianinnya.

Buah dengan nama latin Persea americana Ini juga kaya akan potasium, magnesiuim, vitamin B (misalnya asam folat), vitamin E, serta karotenoid.

Karena zat gizi yang terkandung di dalamnya, alpukat dapat membantu menangani berbagai masalah kesehatan tertentu.

Maka, penyakit apakah yang dapat diobati melalui konsumsi alpukat?

Penyakit-penyakit yang dapat dikurangi risikonya dengan mengonsumsi buah alpokat

Jika dimakan dengan takaran yang tepat, alpukat mampu menghasilkan berbagai keuntungan, seperti membantu menenangkan sejumlah gangguan kesehatan.

Berikut sejumlah penyakit yang dapat diobati melalui konsumsi buah alpokat:

1. Menurunkan kolesterol jahat

Dikutip dari Health (4/10/2023), mengonsumsi alpukat bisa membantu meredakan kadar kolesterol "buruk", yaitu low density lipoprotein (LDL), di dalam tubuh.

Studi telah menyimpulkan bahwa konsumsi satu buah alpukat per hari selama periode Lima pekan bisa membantu mereduce kadar kolesterol total, menekan tingkat kolesterol jahat (LDL), serta memperbesar jumlah kolesterol baik (high density lipoprotein/ HDL) di kalangan individu dengan bobot tubuh lebih dari normal atau mereka yang mengidap obesitas.

2. Mencegah komplikasi diabetes

Memasukkan buah alpukat ke dalam daftar makanan harian bisa membantu menjaga agar tingkat insulin dan gula darah tidak naik setelah menyantap hidangan.

Berdasarkan beberapa studi, menambahkan setengah buah alpukat saja sudah cukup untuk menghindari kenaikan kadar insulin dan glukosa dalam tubuh.

Makan alpukat dari waktu ke waktu juga dapat mengurangi lemak perut atau lemak visceral, yang dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

3. Menurunkan risiko kanker

Avokad dipenuhi dengan antioksidan. Studi mengungkapkan bahwa ekstrak dari daging buah avokado ataupun buah itu sendiri terbukti mempunyai karakteristik melawan sel kanker.

Ekstarkt yang memiliki berbagai zat antosida seperti lutein, zeaxantin, beta-karotena, serta vitamin E mampu menahan perkembangan sel-sel kanker pada prostat.

Ekstrak lain juga dapat menghancurkan sel kanker di rongga mulut. Walau begitu, dibutuhkan lagi studi mendalam tentang kegunaan alpukat untuk melawan kanker.

4. Meredakan diare

Alpukat memiliki kandungan serat makanan dengan tingkat kesannya yang signifikan.

Berdasarkan data USDA, sebuah buah alpukat memiliki kandungan serat sekitar 13,5 gram, yang mendekati separuh dari anjuran Pedoman Diet untuk Orang Amerika tahun 2020-2025 yaitu antara 28 sampai 34 gram setiap harinya.

Konsumsi serat makanan yang adekuat bisa berperan signifikan untuk menyediakan nutrisi dan energi kepada bakteria beneficial pada saluran pencernaan.

Akhirnya, mikroba yang berguna itu mengurai dan fermentasi serat yang telah dicernanya guna membentuk asam lemak rantai pendek.

Studi tahun 2021 yang dipublikasikan di jurnal The Journal of Nutrition menyatakan bahwa memakan satu buah alpuket setiap harinya dapat meningkatkan jumlah bakteri pengurai serat, mendongkrak produksi asam lemak berantai pendek, serta meredupkan tingkat kepekaran asam empedu pada fekal.

Kadar asam empedu yang tinggi bisa menjadi berbahaya sebab ia mampu memperparah inflamasi pada saluran pencernaan serta mengakibatkan berbagai gangguan, seperti kelainan pada kantong empedu.

"Pengurangan asam empedu dalam tinja bisa membantu mencegah diare persisten pada sebagian individu, kondisi ini dapat memicu masalah penyerapan nutrisi bila dibiarkan tanpa perawatan sesuai," jelas JeJe Noval, pakar gizi dan nutrisi.

5. Mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung

Kemungkinan terkena penyakit jantung bisa ditekan dengan mengonsumsi makanan tinggi kalium, magnesium, serat, folat, lemak tidak jenuh tunggal, polifenol, serta zat antosianin sebagai antioksidan.

Dilansir dari Eatingwell (30/1/2025), setiap nutrisi bermanfaat untuk kesehatan jantung terkandung secara ideal di dalam buah alpukat yang sudah masak.

Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2022 di Journal of the American Heart Association menyimpulkan bahwa memakan alpukat terkait dengan pengurangan risiko masalah kardiovaskular serta penyakit jantung koroner hingga 16-22%.

Peneliti menyebutkan bahwa menukar separuh bagian dari mentega, margarin, telur, keju, yoghurt, atau daging olahan dengan jumlah yang sama dari alpukat dapat secara signifikan mengurangi resiko terkena kondisi tersebut.

Studi pada tahun 2020 di The Journal of Nutrition mencatat bahwa salah satu mekanisme dimana alpukat membantu mengurangi risiko penyakit jantung adalah dengan memperkecil kadar kolesterol LDL yang telah teroksidasi dan bisa memicu pembentukan plak pada arteri.

6. Menurunkan risiko osteoporosis

Dilansir dari Medical News Today , satu buah alpukat memberikan kira-kira 18% kebutuhan harian vitamin K Anda.

Gizi ini kerap terlupakan namun amat esensial bagi kebugaran tulang.

Memastikan asupan vitamin K yang memadai bisa membantu menjaga kekuatan tulang dengan cara meningkatkan absorpsi kalsium serta mengurangi pengeluaran kalsium lewat urin.

7. Meredakan stres

Avokad adalah sumber folat yang bagus. Zat ini memiliki peranan signifikan dalam menjaga kesehatan pola makan secara menyeluruh.

Studi ini juga mengungkapkan kaitan antara tingkat asupan folat yang kurang dengan kondisi depresi.

Asam folat membantu mencegah akumulasi homosistein, senyawa yang bisa merusak aliran darah serta penyampaian gizi ke otak.

Studi-studi sebelumnya sudah menunjukkan hubungan antara kadar homosistein berlebih dengan gangguan kognitif, depresi, serta penghasilan serotonin, dopamin, dan norepinefrin—zat-zat yang bertanggung jawab atas regulasi emosi, pola tidur, dan hasrat makan.

8. Tekanan darah tinggi

Mengonsumsi alpukat secara teratur juga berfungsi dalam mengurangi tekanan darah tinggi.

Keuntungan tersebut didapatkan karena alpukat adalah sumber kalium yang sangat bagus, yang dapat membantu mengurangi tekanan darah.

Keseimbangan di antara pertambahan kadar kalium serta pengurangan level natrium bisa mendukung dalam menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم