Terkadang, perilaku sederhana yang kita jalani secara otomatis dapat mempengaruhi bagaimana orang lain menilai kita. Walaupun maksud kita mungkin positif, beberapa tindakan bisa menjadikan kita terlihat kurang disenangi dan justru merusak ikatan sosial dengan sekitar kita.
Ini kerap terjadi lantaran kita tak sadar akan akibat dari perilaku itu pada komunikasi serta hubungan sosial kita. Dalam ilmu psikologi, berbagai kebiasaan sederhana bisa mengubah bagaimana kita dianggap oleh lingkungan sosial sekitar.
Berikutnya, menurut laporan dari situs web Small Business Bonfire pada hari Senin (3/2), artikel berikut akan menggambarkan 10 perilaku sepele yang dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang populer. Inilah penjelasannya.
- Terlalu banyak mengkritik
Terdapat perbedaan mendasar antara menyampaikan saran konstruktif dengan melakukan kritikan secara berlebihan. Saran yang positif dapat mendukung pertumbuhan individu, sebaliknya, kritikan tanpa henti justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan kecenderungan untuk menjauh.
Kritikan yang terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang merasa dikritik dan menghasilkan atmosfer buruk, sehingga orang menjadi tidak ingin bertukar pikiran.
- Tidak menyimak secara keseluruhan
Beberapa individu belum sepenuhnya mengenali kepentingan dari pendengaran yang sungguh-sungguh. Pendengaran aktif tak sekadar memahami kata-kata yang terucap, melainkan juga mencerminkan ketertarikan yang ikhlas serta merespons secara akurat.
Apabila seseorang sebenarnya tak terlibat secara penuh dalam sebuah pembicaraan, misalnya kurang konsentrasi atau kelihatan acuh, hal itu pasti dirasakan oleh orang lain. Perilaku tersebut bisa menjadikan perasaan diabaikan dan tak dihormati bagi yang bersama mereka, berujung pada ketidakpopuleran.
- Terlalu mementingkan diri sendiri
Orang cenderung enggan mendengarkan seseorang yang terus-menerus bercerita tentang dirinya sendiri dan tak memberikan kesempatan bagi oranglain untuk bicara.
Apabila ada orang yang selalu mengulang-ulang tentang pencapaian, kendala, atau hal-hal personal mereka di tiap pembicaraan, ini dapat menjadi monoton dan menjadikan mereka tampak kurang disenangi.
Dialog yang efektif perlu melibatkan kedua belah pihak. Tunjukkan ketertarikan terhadap orang lain dengan cara bertanya tentang pengalamannya atau pandangan mereka agar obrolan menjadi lebih adil dan mengasyikkan. Hal ini dapat membantu meningkatkan popularitas Anda karena orang akan merasa dihormati.
- Sering mengelu
Melakukan keluhan dari waktu ke waktu merupakan suatu fenomena normal dan dapat dimaklumi, sebab tiap individu tentunya pernah mengalami rasa frustrasi maupunkekecewaan. Akan tetapi, apabila keluhan menjadi bagian utama dalam setiap dialog Anda, maka kemungkinan besar orang lain akan merasakan beban serta berpotensi menjauhi Anda dikarenakan sifat tersebut.
Sangat penting untuk memiliki sikap yang rindu syukur serta optimis. Hal ini bukan bermaksud meniadakan permasalahan, melainkan tak memungkinkan permasalahan tersebut menjadi penghambatan terhadap kebaikan di dalam hidup. Dengan demikian, diskusi Anda bisa jadi lebih mudah dicerna dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi pihak lainnya.
- Menghindari kontak mat
Tidak melakukan kontak mata dapat menyebabkan orang lain berpikir bahwa mereka tidak disenangi. Dalam banyak kebudayaan, kontak mata dipandang sebagai simbol penghormatan dan keterlibatan.
Apabila Anda menjauhkan diri, seseorang mungkin merasakan bahwa Anda kurang antusias atau memiliki hal tersembunyi. Di sisi lain, interaksi visual yang baik mencerminkan ketulusan dan keyakinan dalam diri Anda.
Akan tetapi, keharmonisan dalam hal ini sangat diperlukan. Terlalu sering bertatap muka dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, sedangkan jika Anda mengelakkannya sepenuhnya maka akan menciptakan kesan yang buruk.
- Mengabaikan batasan orang lain
Mematuhi batas orang lain, entah itu berkaitan dengan aspek fisik, emosi, atau waktu, merupakan elemen krusial dalam setiap bentuk interaksi sosial.
Apabila seseorang melampaui batasan itu, mereka mungkin tampak kurang memahami emosi dan keperluan oranglainnya, sehingga dapat menjadikan mereka tak begitu disenangi.
- Terus menerobos ucapan oranglain
Menginterupsi pembicaraan orang lain bisa dilihat sebagai perilaku yang kurang sopan. Ketika seseorang terpotong, hal tersebut mungkin berarti Anda memandang gagasan atau sudut pandang Anda sendiri lebih unggul dibandingkan dengan milik mereka. Ini dapat membentuk persepsi buruk serta menyebabkan perasaan tertekan pada individu tersebut.
- Tidak berempati
Satu metode yang efektif untuk menjauhkan seseorang dengan cepat ialah kurangnya simpati. Simpati melibatkan pengertian serta ikut merasakan emosi orang di sekitar Anda. Apabila kita tak mengungkapkan rasa simpatik tersebut, individu lain mungkin akan merasa bahwa kita acuh terhadap perasaannya.
Empati sangat berharga di setiap sisi hidup, entah itu dalam pergaulan pribadi, karier, atau interaksi masyarakat. Tanpanya, ikatan kita dapat rusak sebab individu lain akan merasakan bahwa kita kurang memperdulikan perasaannya.
- Terlalu menyepakati segalanya
Sering kali sependapat dengan orang lain untuk mendapatkan popularitas malah dapat menjadikan Anda tampak kurang asli atau kurang jujur. Orang-orang cenderung menghormati sikap yang jujur dan autentik, bahkan jika hal tersebut berarti harus seringkali bertentangan dengan pandangan mereka. Mengemukakan sudut pandang pribadi membuktikan bahwa Anda memiliki prinsip serta berani dalam memelihara keyakinan tersebut.
- Sering ingkar janji
Salah satu hal yang paling menyebabkan kekecewaan pada orang adalah saat seseorang gagal untuk menghormati komitmennya. Bila seseorang tak memenuhi apa yang telah dijanjakannya, ini mencerminkan minimnya penghargaan mereka terhadap waktu serta keyakinan dari pihak lain. Orang yang kerapkali melanggar janji cenderung dinilai sebagai individu yang tidak bisa dihandalkan dan diragukan kredibilitasnya, sehingga menjadikannya sosok yang kurang diminati.