5 Cara Memilih Alpukat yang Benar, Camilan Sehat Ibu Menyusui

Alpukat adalah salah satu super food yang punya banyak manfaat untuk tubuh, termasuk ibu hamil-menyusui. Lalu, bagaimana caranya memilih alpukat yang benar?

Kandungan asam lemak omega-3 dan lemak tak jenuh tunggal di dalam alpukat baik untuk kesehatan, dan juga dapat meningkatkan kualitas ASI. Itulah mengapa, banyak ibu menyusui yang dianjurkan untuk rutin mengonsumsi alpukat.

akan merangkumkannya untuk Mama.

1. Melihat warnanya

Warna selada musim panas (alpukat) digunakan untuk menentukan apakah buah tersebut sudah matang atau belum. Sebaiknya, pilihlah warna yang hijau tua. Tolaklah warna hijau muda.

Warna buah alpukat yang lebih tua mengindikasikan bahwa buahnya sudah masak. Sementara itu, warna hijau muda dan cerah menunjukkan bahwa buah tersebut baru saja dipetik dari pokoknya.

Alpukat adalah buah yang tidak bisa dibiarkan matang di pohon. Memilih buah yangbaru dipetik sama saja memilih buah yang belum matang. Sedangkan perubahan warna menjadi hijau tua berarti buah tersebut sudah disimpan terlebih dahulu.

2. Tekan dan rasakan hasilnya

Salah satu cara memilih buah yang terbaik adalah dengan mengetahui teksturnya. Ini bisa juga diterapkan pada memilih buah alpukat.

Tidak perlu menekan terlalu kuat hingga bonyok, hanya saja pegang dengan perlahan-lahan. Biji kelapa yang sudah matang memiliki tekstur empuk namun belum sampai terlalu lembek.

Jika ingin langsung mengonsumsi, hindari memilih buah alpukat dengan tekstur yang masih keras. Karena buah ini belum matang dan dagingnya terasa pahit.

3. Memerhatikan kulit alpukat

Selain perutnya, kamu juga bisa memilih alpukat matang dari jenis kulitnya. Hindari memilih kulit alpukat yang di ikuti bintik-bintik. Karena, bintik hitam di kulit alpukat menandakan area yang sudah busuk.

4. Mendengar bunyi biji alpukat (perkiraan)

Cara termudah dan paling singkat yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui lokasi biji aprikot. Pada aprikot yang sudah masak dan siap dikonsumsi, bijinya biasanya sudah terlepas dari daging, sehingga berbunyi jika dikocok.

Ibu hanya perlu menggoyangkan biji alpukat dan mendengarkan atau merasakan, apakah terdengar ada gerakan biji di dalamnya. Jika terdengar, maka alpukat sudah matang.

5. Melihat ke bagian dalam alpukat

Selanjutnya, Mama dapat melihat bagian pangkal pepaya, yaitu di mana batang pepaya terletak. Jika lubangnya berwarna hijau, maka dapat dipastikan buah pepaya sudah matang.

Sedangkan jika warna dalamnya kecoklatan, maka alpukat masih mentah. Jika sudah terlanjur membeli yang warna cokelat, peram dahulu di beras untuk mematangkan alpukat secara cepat.

Itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui seperti apa alpukat yang matang dan siap dimakan. Snack enak, ASI pun makin lancar!

Baca juga:

Jangan lupa tinggalkan pesan yach .....

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post