Thursday, February 23, 2012

Pentingnya Pemanduan Bakat Dalam Olahraga

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman yang saat ini dialami bangsa Indonesia, ternyata bidang olahraga juga mengikuti perkembangan dan kemajuan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya fasilitas-fasilitas maupun sarana olahraga yang telah tersedia, bangunan-bangunan yang berdiri guna menunjang kegiatan-kegiatan keolahragaan yang hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, baik di kota maupun di pelosok desa.
Adanya masyarakat yang mayoritas mencintai dan gemar dengan olahraga, juga keinginan dari masyarakat yang ingin melihat prestasi olahraga di Indonesia semakin baik, maka sangat perlu untuk diperhatikan dan ditindak lanjuti oleh pembina maupun pelatih dengan mengupayakan langkah-langkah yang tepat, diantaranya mengadakan pembinaan maupun seleksi untuk pembibitan atlet-atlet muda yang jangka panjangnya memiliki prestasi yang maksimal. Problematika yang selalu menghambat upaya optimalisasi prestasi dalam cabang olahraga salah satunya yaitu terletak pada sulitnya menemukan atlet-atlet muda yang berbakat. Bakat sendiri merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat mendukung dan sangat diperlukan dalam pencapaian prestasi olahraga.
Upaya untuk mendapatkan atlet-atlet berbakat hendaknya dilakukan pemanduan bakat sejak usia muda. Pemanduan bakat tersebut dapat dilakukan pada anak-anak sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut Yusuf Adisasmita dan Aif Syarifudin (1996: 33) menyatakan bahwa “Pemanduan bakat harus diperbanyak dan diperluas, sehingga diperoleh bibit-bibit atlet yang potensial yang harus dibina secara terus menerus dan berencana, agar dapat mencapai prestasi yang tinggi.”
Sebagai langkah maupun upaya yang tepat dalam pemanduan bakat salah satunya melalui bangku sekolah. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Saiful Aristanto (1990: 8) yang menyatakan bahwa “Pemain berbakat dapat ditemukan di (1) Sekolah-sekolah, (2) Perkumpulan-perkumpulan olahraga, (3) Organisasi-organisasi pemuda, dan (4) Keluarga.” Dalam hal ini orang-orang yang berkompetensi dalam pemanduan bakat (guru, Pembina, pelatih atau orang tua) harus memiliki kemampuan untuk dapat mengadakan proses melihat dan memperhatikan terhadap bakat olahraga peserta didiknya yang dilakukan secara teliti. Dengan kata lain guru atau pelatih harus mampu untuk mengadakan pemantauan bakat peserta didiknya.
Kemudian perlu diupayakan proses pencarian bakat atau keahlian yang dimiliki peserta didik yang tentunya sesuai dengan karakteristik anak. Sejalan dengan pernyataan tersebut M. Furqon H (2001:1) menerangkan bahwa “Pembinaan olahraga sebaiknya dimulai sejak anak pada usia dini sehingga tidak terjadi keterlambatan dan selalu berkesinambungan, akan tetapi pembinaan tersebut harus mempertimbangkan kondisi anak atau disesuaikan dengan kondisi anak.” Setiap anak atau peserta didik pada dasarnya dapat belajar berbagai bentuk gerakan, akan tetapi tidak semua anak di kemudian hari dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi. Oleh sebab itu di olahraga sangat penting untuk menemukan anak-anak yang sangat berbakat yaitu untuk memilih atlet-atlet pada usia muda, dengan memperhatikan mereka secara terus menerus dan mendorong mereka untuk mencapai tingkatan prestasi yang lebih tinggi.

B.        Rumusan Masalah
  1. Apa definisi Olahraga ?
  2. Apa itu Bakat ?
  3. Apa definisi Pemanduan Bakat ?
  4. Apa tujuan Pemanduan Bakat ?
  5. Apa manfaat Pemanduan Bakat ?
  6. Bagaimana Metode Pemanduan Bakat ?
  7. Mengapa Pemanduan Bakat Penting dalam Olahraga ?


BAB II
PEMBAHASAN
A.        Definisi Olahraga     
Penjelajahan konsep dan definisi olahraga hingga tuntas tidak akan berhasil diperoleh, karena definisi berkaitan dengan olahraga tersebut mengalami perubahan seiring dengan perubahan sosial dan pengaruh iptek. Tidak mengherankan jika definisi klasik olahraga yang bertumpu pada permainan dan peragaan ketrampilan fisik dengan dukungan dan usaha keras kelompok otot-otot besar semakin sukar dipertahankan. Saat ini muatan teknologi yang menggabungkan otot dan mesin serta temuan ilmiah melahirkan olahraga yang berorientasi teknologi (techno-sport).
Pada tingkat Internasional sekalipun, para ahli dihadapkan dengan masalah dalam perumusan definisi olahraga sehingga dijumpai definisi yang cukup beragam sesuai dengan sudut pandang, disiplin ilmu keolahragaan yang ditekuninya. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Rusli Lutan dan Sumardianto (1999: 4) menyatakan bahwa : ”Memang tidak akan pernah dijumpai definisi yang paling memuaskan dalam istilah olahraga, karena karakteristik olahraga yang kian lama kian kompleks baik ditinjau dari jenis kegiatannya yang semakin beragam, penekanan tujuan yang ingin dicapai maupun konteks lingkungan sosial-budaya tempat pelaksanaannya, dan bahkan sebagai fenomena yang serba kontradiktif. Baik dari sisi modif dan cara pengelolaannya karakteristik dan definisi olahraga itu telah banyak berubah”.
Selanjutnya olahraga itu sendiri pada hakekatnya bersifat netral, namun masyarakatlah yang kemudian membentuk kegiatannya dan memberi arti bagi kegiatan itu. Karena itu seperti di Indonesia sendiri, sesuai dengan fungsi dan tujuannya kita mengenal beberapa bentuk kegiatan olaharaga, seperti (1) Olahraga pendidikan untuk tujuan bersifat mendidik, (2) Olahraga rekreasi untuk tujuan bersifat rekreasi, (3) Olahraga kesehatan untuk tujuan pembinaan kesehatan (4) Olahraga rehabilitasi untuk tujuan rehabilitasi (5) Olahraga kompetitif untuk tujuan mencapai preatasi setinggi-tingginya.

B.        Pengertian Bakat
Bakat merupakan hal yang sangat diperlukan dalam pencapaian prestasi olahraga. Dalam usaha menjadi atlet berprestasi, seseorang harus mutlak memiliki bakat dalam olahraga yang ditekuninya. Dengan pengertian yang lain bahwa tidak ada satupun cabang olahraga yang tidak memerlukan bakat dari pelakunya.
Selanjutnya bakat yang dimiliki seseorang tersebut, masih memerlukan suatu pembinaan maupun pelatihan yang lebih lanjut, jika menghendaki pencapaian prestasi yang maksimal di kemudian hari. Demikian pentingnya bakat dalam pencapaian prestasi olahraga, maka untuk memajukan prestasi olahraga di Indonesia diperlukan atlet-atlet yang berbakat. Berkaitan dengan bakat Saparinah yang dikutip Heru Suranto (1992: 22) menyatakan bahwa “Bakat adalah kemampuan untuk terbentuknya keahlian atau keberhasilan seseorang dalam mengerjakan sesuatu.” Pendapat lain dikemukakan Yusuf Adisasmita dan Aif Syarifudin (1996: 53) bahwa “Bakat (attitude) diartikan sebagai suatu kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut dan dilatih agar bakat itu dapat terwujud.”
Berdasarkan dua pendapat di atas menunjukkan bahwa bakat adalah potensi atau kemampuan seseorang yang sifatnya bawaan, lebih khusus lagi terbatas pada hal-hal tertentu. Sedangkan dalam olahraga sendiri, bakat tersebut dapat diartikan berupa tanda-tanda atau dasar-dasar yang dimiliki oleh seseorang yang berupa keterampilan gerak dalam cabang olahraga tertentu untuk dibina dan dikembangkan menjadi atlet yang memiliki potensi tinggi.
Dengan demikian orang dikatakan berbakat artinya dalam dirinya terdapat ciri-ciri yang dapat dikembangkan menuju keberhasilan, yaitu pencapaian prestasi yang lebih tinggi. Selanjutnya ciri-ciri yang terdapat dalam diri seseorang atau individu tersebut perlu dikenali, agar diperoleh calon-calon atlet yang dapat dikembangkan secara maksimal.

C.        Definisi Pemanduan Bakat
            Adalah potensi seseorang untuk berprestasi dalam olahraga tertentu karena dalam dirinya ada ciri-ciri tertentu yang dapat dikembangkan dan kondisi pra penunjang kegiatan. Identifikasi bakat atau upaya pencarian bibit olahragawan merupakan salah satu tugas seorang guru dan pelatih olahraga. Tugas identifikasi bakat pada dasarnya didasarkan pada pemikiran yang bersifat prakiraan mengenai kemungkinan pencapaian prestasi apabila seseorang sejak dini diberi kegiatan belajar dan berlatih olahraga secara serius. Apabila diperkirakan bahwa seseorang anak dimungkinkan untuk meraih prestasi yang tinggi di bidang olahraga di kemudian hari, maka tidak salah apabila sejak dini anak yang bersangkutan diarahkan untuk menekuni kegiatan olahraga. Seperti yang dikemukakan Yusuf Adisasmita & Aip syarifuddin (1996: 54) bahwa ”anak berbakat adalah mereka yang diidentifikasi atau ditemukan oleh orang-orang profesional, dimana anak tersebut memang mempunyai kemampuan yang sangat menonjol, mampu mencapai prestasi tinggi.” Pendapat lain menurut Soegiyono yang dikutip Heru Suranto (2002: 272) menyatakan bahwa ”Pemanduan bakat olahraga merupakan usaha untuk memperkirakan peluang atlet yang berbakat dalam olahraga prestasi, untuk dapat berhasil dalam menjalankan program latihan sehingga mampu mencapai prestasi puncak.
Selanjutnya identifikasi bakat merupakan langkah penting untuk bisa menghasilkan olahragawan yang berprestasi tinggi. Menurut Sugiyanto, Sudjarwo (1991: 316) menyatakan bahwa : “Untuk bisa melakukan identifikasi bakat yang berhasil diperlukan berbagai pengetahuan antara lain mengenai hakekat prestasi setiap cabang olahraga, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi, dan pengetahuan tentang penelitian olahraga.”
Selanjutnya pendapat lain dikemukakan Harsono (1988: 18) bahwa prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam identifikasi bakat antara lain:
1.    Melakukan analisis lengkap tentang kondisi fisik dan mental atlet.
2. Melakukan seleksi berdasarkan faktor-faktor determinan utama yang mencakup:
  1. Karakteristik antropometrik seperti tinggi badan kaitannya dengan parameter fisik tertentu.
  2. Beberapa kemampuan fisik seperti kecepatan, daya tahan, koordinasi, maupun kemampuan bermain.
3.    Melakukan evaluasi dan seleksi berdasarkan data-data yang mencakup:
a.       Sikap anak terhadap olahraga.
b.      Partisipasi anak dalam kegiatan olahraga.
c.       Keunggulan dan ciri-ciri prestasi olahraga di lingkungan anak.
Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa identifikasi bakat olahraga merupakan suatu upaya pengidentifikasian keberbakatan olahraga dengan mengacu pada kesesuaian potensi dan minat atlet. Identifikasi bakat dalam olahraga sendiri dapat dilakukan dengan tes kemampuan fisik, antropomerik, kemampuan bermain atau bertanding serta mental atau sikap terhadap olahraga.

D.        Tujuan Pemanduan Bakat
Pada dasarnya pengidentifikasian bakat dilakukan pada tingkat anak usia dini. Dengan maksud dan tujuan agar nantinya si anak mampu menunjukkan kesesuaian kondisinya sejak awal dalam menyelesaikan program latihannya. Tujuan Pemanduan bakat yaitu :
a.       Mengidentifikasi calon atlit yang berpotensi.
b.      Memilih jenis olahraga yang sesuai dengan minatnya.
c.       Memperkirakan peluang berhasil dlam pembinaan.
Tujuan identifikasi bakat sendiri menurut Harrt Ed (1982: 26) mengemukakan bahwa: ”Tujuan pemanduan bakat adalah untuk memprediksi suatu derajat yang tinggi tentang kemungkinan apakah calon atlet akan mampu dan berhasil menyelesaikan program latihan dalam olahraga yang ditekuni, agar ia dapat mengukur secara pasti, dalam melakukan tahap latihan selanjutnya”.

E.        Manfaat Pemanduan Bakat
Identifikasi bakat pada anak usia muda sendiri pada dasarnya memiliki dampak dan manfaat. Menurut Bompa (1990: 334), yaitu:
1.      Menurunkan waktu yang diperlukan untuk mencapai prestasi yang tinggi dengan menyeleksi calon atlet yang berbakat dalam olahraga tertentu.
2.      Mengeliminasi volume kerja, energi dan memisahkan bakat yang tinggi bagi pelatih. Keefektifan latihan dapat dicapai terutama bagi calon atlet yang memiliki kemampuan tinggi.
3.      Meningkatkan daya saing dan jumlah atlet dalam mencapai tingkat prestasi tinggi.
4.      Meningkatkan kepercayaan diri atlet, karena perkembangan prestasi, tampak makin drastis dibanding dengan atlet-etlet lain yang memiliki usia sama yang tidak mengalami seleksi.
5.      Secara tidak langsung mempermudah penerapan latihan.


F.         Metode Pemanduan Bakat
            Pengidentifikasian menurut (Bompa, 1990), dapat dilakukan dengan metode alamiah dan metode seleksi ilmiah.
            Seleksi alamiah, adalah seleksi dengan pendekatan secra natural (alamiah), anak-anak usia dini berkembang, kemudian tumbuh menjadi atlet. Dengan seleksi alamiah anak-anak menekuni olahraga tertentu, sebagai akibat pengaruh lingkungan antara lain tradisi olahraga sekolah, keinginan orang tua dan pengaruh teman sebaya. Perkembangan dan kemajuan atlet sangat lambat, karenaseleksi untuk cabang olahraga yang layak dan ideal tidak ada, kurang atau tidak tepat.
            Seleksi Ilmiah, adalah seleksi dengan penerapan ilmiah (IPTEK), untuk memilih anak-anak usia dini yang senang dan gemar berolahraga, kemudian diidentifikasi untuk menjadi atlet. Dengan metode ini, peerkembangan anak usia dini untuk menjadi atlet dan uuntuk mencapai prestasi tinggi lebih cepatdibandingkan dengan metode alamiah. Metode ini menyeleksi dengan pertimbangan faktor-faktor, antara lain :
  1. Tinggi dan berat badan.
  2. Kecepatan.
  3. Waktu reaksi.
  4. Koordinasi dan kekuatan (power).
Dengan menggunakan proses pengidentifikasian bakat secara ilmiah, akan memperoleh beberapa keuntungan antara lain :
  1. Mempersingkat waktu yang diperluakan untuk mencapai prestasi tinggi, dengan menyeleksi para atlet berbakat dlam olahraga, kemudian disesuaikan dengan potensinya.
  2. Mengeliaminasi/ mengurangi volume kerja yang tinggi dari pelatih, energi dan identifikasi bakat. Efektifitas program latihan dapat dicapai bagi para atletyang memiliki potensi dan kemampuan tinggi.
  3. Meningkatkan kompetisi, daya saing dan menambah banyaknya jumlah atlet yang berpotensi dan mampu mencapai prestasi tinggi. Sebagai hasilnya akan diperoleh suatu tim nasional yang lebih baik dan mampu meraih/ mencapai prestasi internasional yang lebih tinggi.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri pada atlet, karena dinamika prestasi akan tampak lebih dramatis, apabila dibandingkat atlet-atlet lainya pada usia sama. Namun tidak diseleksi terlebih dahulu melalai metode ilmiah.
  5. Secara tidak langsung tersedia fasilitas untuk penerapan latihan ilmiah, karena ilmuwan olahraga membantu mengidentifikasi bakat, termotivasi untuk melanjutkan dan memonitor latihan yang dilakukan oleh para atlet.

G.        Pentingnya Pemanduan Bakat Dalam Olahraga
            Dalam olahraga membutuhkan bakat-bakat yang terpendam yang dapat dilatih agar menjadi lebih baik dari sempurna, dan akan menciptakan suatu persepsi dari calon atlet untuk manjadi atlet profesional yang dapat mencapai prestasi setinggi-tingginya. Pemanduan bakat dalam olahraga sangatlah penting karena perannya sangat signifikan.
Seperti contoh : seorang anak A yang hanya dilatih olahraga yang digeluti orang tuanya, tetapi orang tuanya tidak mengetahui bakat apa yang terdapat dalam dirinya, maka hasil yang akn dicapai kurang maksimal. Sedangkan anak B dilatih sesuai bakat yang dididentifikasikan sebelumnya maka yang akan didapatkan adalah hasil yang lebih bagus dari anak A. Tetapi akan lebih bagus lagi jika anak-anak usia dini yag sudah diidentifikasi bakatnya menyukai olahraga yang sesuai dengan bakatnya tadi maka dengan latihan yang rutin maka dia akan menjadi atlet yang dapat menyumbangkan segudang prestasi.
            Dalam pemanduan bakat juga terdapat banyak ilmu yang bermanfaat bagi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan calaon atlet. Ilmu yang dimaksud adalah Anatomi, Fisiologi, Kinesiologi, Biomekanika, psikologi dan lain masih bnayak lagi.
Pemanduan bakat dapat membatu menidentifikasi calon atlet yang berbakat, membantu atlet memilih jenis olahraga yang sesuai dengan minat dan kemampuan bakatnya, dan dapat memperkirakan peluang berhasil dalam peminaan agar tidak terjadi kesia-siaan.
            Dari penjelasan, manfaat dan tujuan yang telah dikemukakan diatas, maka dari itu pemanduan bakat sangatlah penting dalam perkembangan olahraga apapun.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Ø  Penjelajahan konsep dan definisi olahraga hingga tuntas tidak akan berhasil diperoleh, karena definisi berkaitan dengan olahraga tersebut mengalami perubahan seiring dengan perubahan sosial dan pengaruh iptek.
Ø  Bakat adalah kemampuan untuk terbentuknya keahlian atau keberhasilan seseorang dalam mengerjakan sesuatu.
Ø  Pemanduan bakat adalah potensi seseorang untuk berprestasi dalam olahraga tertentu karena dalam dirinya ada ciri-ciri tertentu yang dapat dikembangkan dan kondisi pra penunjang kegiatan.
Ø  Tujuan agar nantinya si anak mampu menunjukkan kesesuaian kondisinya sejak awal dalam menyelesaikan program latihannya.
Ø  Pengidentifikasian menurut (Bompa, 1990), dapat dilakukan dengan metode alamiah dan metode seleksi ilmiah.
Ø  Pemanduan bakat sangat penting dalam olahraga dikarenakan sangat membantu dalam mencari bibit-bibit atlet yang akan berprestasi maksimal.


DAFTAR PUSTAKA

Bompa. 1990. Theory and Methodology of Training. Dubugus, Iowa: Kendall. Hunt Publishing Company

Harrt, Dietrich (Ed). 1982. Principles of Sports Training. Berlin: Sport Verlag.

Harsono. 1988. Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak Kusuma

M. Furqon. H. 2001. Tindak Lanjut Penilaian Hasil Tes Pemanduan Bakat Olahraga dengan Metode Sport Search. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keolahragaan (PUSLITBANG OR) Universitas Sebelas Maret Surakarta

Setiawan Dwi, 2010. Identifikasi Bakat Olahraga Siswa Putra Kelas 1 Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Se-Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar Tahun 2008 / 2009. Sekripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret : Surakarta

Sugiyanto dan Sudjarwo. 1991. Materi Pokok Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta: Depdikbud. Proyek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II.
Wahadi, 2008. Pemanduan bakat. Buku Ajar. Semarang

Yusuf Adisasmita dan Aip Syarifudin. 1996. Ilmu Kepelatihan Dasar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik Jakarta





0 komentar:

Jangan Lupa Baca Yang Ini

Candra Okey. Powered by Blogger.